Kamis, 03 Desember 2015

NILAI UAS KELAS X IPA 1

Inilah hasil kerjamu, anak-anakku! Allah mengganjar kita sesuai dengan yang telah kita perbuat. Jika nilai UAS kita baik, tidak perlu kita ujub. Sebaliknya, apabila nilai yang kita kita peroleh belum sesuai dengan ekspektasi kita, bersabarlah. Sesungguhnya keduanya: berhasil atau gagal, sama-sama ujian.

 Terakhir, saya wajib meminta hak saya, yakni tugas Anda. Tolong yang sudah mengunggah di blog atau mengganti blog supaya menulis komen di bawah nilai ini dengan menambahkan nama blog Anda. Terima kasih.

Selasa, 01 Desember 2015

WASIAT UNTUK PARA SISWA

HARUSKAH KUMENUNGGU LEBIH LAMA LAGI?


(oleh Sartono Jaya)
Capai deh! Itulah kalimat yang akhirnya keluar dari mulut saya. Menunggu mereka mengumpulkan tugas laksana ngenteni kumambanging watu item ataupun kumeleming palwa gabus. Saya kadang berpikir ada yang salah di sekolah ini. Para siswa responsnya begitu rendah terhadap tugas-tugas yang berkaitan dengan mata pelajaran, terutama yang bergayutan dengan kompetensi kognitif. Hal ini tidak melulu pada pelajaran saya. Mayoritas guru mengeluhkan fenomena ini.
Hal ini berbanding terbalik ketika siswa merespons hal-hal yang sebenarnya skunder, atributif, yang tidak berkaitan dengan mata pelajaran. Sebagai contoh, mereka begitu berbuncah-buncah saat mengikuti HUT Smada ataupun Liga Bergarlist. Para siswa rela melakukan apa saja untuk mensuport hajatan itu. Bahkan untuk acara semacam itu mereka rela berbuat apa saja. Berpanas-panasan, pulang sampai malam, atau puteng sikile  pun ora masalah.
Seandainya ghirah, greget, semacam itu juga ditransfer dalam belajar, kami, termasuk saya, yakin siswa-siswa di sini akan menjadi winner dalam prestasi akademis. Dampak positifnya tentu saja siswa-siswa Begarlist akan mendominasi di perguruan tinggi favorit.
Baiklah berikut ini saya sampaikan daftar siswa yang sudah menyetor tugas. Mudah-mudahan ini menjadi pemicu bagi para siswa yang masih nunggak setoran untuk segera terpanggil. Bagi siswa yang belum mengumpulkan tugas, saya membatasinya hingga Senin, 7 Desember 2015. Selebih dari itu, terserah saya. Sebuah hadis mengatakan artinya “sapane wong kang gelem ninggalake barang-barang kang haram (ora apik/gelem nglakoni apik) yekti Gusti Allah bakal ngganti marang wong mau barang-barang kang luwih bagus.”





Senin, 30 November 2015

PERSIAPAN MENYONGSONG ESOK HARI


$pkšr'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qà)®?$# ©!$# öÝàZtFø9ur Ó§øÿtR $¨B ôMtB£s% 7tóÏ9 ( (#qà)¨?$#ur ©!$# 4 ¨bÎ) ©!$# 7ŽÎ7yz $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ÇÊÑÈ
18.  Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Semoga Gusti Allah selalu melimpahkan keselamatan dan keberkahan kepada kita semua. Amin.
Sedulur-sedulur, khususnya para siswa, setiap kali kita hendak melakukan hajatan, wajib bagi kita untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Mengapa demikian? Ya karena kita semua ingin husnul khatimah atau heppy ending. Akhir yang baik itu dapat diterjemahkan apa saja, paling tidak nilai ulangan akhir semester (UAS)-nya baik, tidak remidi, tidak dikejar-kejar tugas tambahan, termasuk dipenthelengi guru.
Untuk meraih husnul khatimah dalam UAS, para siswa punya kebiasaan memaksa gurunya memberikan kisi-kisi atau panduan ulangan. Dengan memiliki kisi-kisi itu, mereka seolah sudah merasa dapat menaklukkan soal-soal UAS.
Padahal semua itu mbelgedhes. Bagaimana mungkin jimat (kisi-kisi) itu akan bermanfaat ketika ia tidak pernah dimantera. Sebab, kebanyakan siswa hanya berhenti di makam, tataran itu.  Mereka tidak punya ghirah, semangat, untuk menyelusuri sendiri apa yang telah disampaikan gurunya dalam kisi-kisi tersebut. Di samping itu, sebenarnya kisi-kisi juga membuat pelajar menjadi berpikir instan, tidak mau repot, tidak mau berjuang, malas berjihad. Dengan demikian, lebih sip sebenarnya kalau siswa tidak usah merajuk-rajuk minta kisi-kisi. Ibaratnya seperti lelaki saleh menikahi seorang gadis salihah tanpa melalui proses pacaran. Karena berbekal cita-cita mulia mencari rida Allah, adanya hanya indah, penuh pahala.
Namun, baiklah karena ini sudah menjadi kebiasaan yang turun-temurun, saya sampaikan kisi-kisi UAS 1 kelas X tahun 2015. Percayalah, walaupun Anda menyimpan kisi-kisi ini rangkap 10, tanpa Anda mau belajar keras, Anda tidak akan mendapat apa-apa. Berikut ini adalah kisi-kisi UAS itu.

Teks laporan hasil observasi: struktur teks, topik atau gagasan utama teks. Ciri kebahasaan teks: kalimat definisi, kalimat deskripsi, kata baku – tidak baku, kalimat simpleks – kompleks, kelas kata nomina, verba, adjektiva, adverbia, konjungsi koordinatif, subordinatif, antarkalimat, antarparagraf, partisipan dalam teks LHO. Teks eksposisi: struktur teks,  ciri teks eskposisi, kalimat fakta, kalimat opini, pronomina, makna kata sukar, kelas/jenis kata, jenis frasa, konjungsi. Teks anekdot: struktur teks, ciri teks, konjungsi, gaya bahasa, partisipan dalam teks, sudut pandang cerita. Intinya, setiap pokok bahasan selalu merujuk pada struktur dan ciri kebahasaan.
Selamat berjuang, luruskan niat karena sesungguhnya semua bergantung pada niatmu. 
Wassalamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Selasa, 24 November 2015


 
MEMAKNAI IKLAN 
Tugas untuk Adi Saputra Hidayat (XII IPS3 dan Dyah Ayu Fio Krisna X II IPS 4)! Kumpulkan hari ini Rabu, 25 November 2015, di meja Sartono Jaya

A.    Analisislah iklan berikut menurut struktur dan ciri kebahasaan teks iklan!
B.     Perhatikan iklan berikut, kemudian beri penjelasan mengenai bahasa, tanda,simbol, warna yang terdapat dalam iklan!



1.  




Rabu, 11 November 2015

TEKS EKSPOSIS

TUGAS SISWA KELAS X IPA 1, JAM KE-5, 6

 Teks Eksposisi
Tugas Siswa
1.     Meneruskan teks eksposisi dengan kalimat sendiri (argumen 1 – 4, dan bagian penegasan ulang.
2.     Meringkas bacaan teks “Manfaat Jamu Tradisional” menjadi satu kalimat.
Contoh: “Ekonomi Indonesia Akan Melampaui Jerman dan Inggris”
Ekonomi Indonesia akan lebih bagus daripada ekonomi negara-negara maju karena Indonesia memiliki sekitar 90 juta orang yang berada di kelompok consuming class, Indonesia berada pada laju transformasi ekonomi yang pesat, kekuatan terbesar ekonomi Indonesia berupa ekspor, konsumsi domestik dan jasa-jasa, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia terus dipertahankan.

Manfaat Jamu Tradisional
Kemajuan zaman membawa berbagai perubahan dalam aspek kehidupan. Selain di bidang teknologi dan ekonomi, bidang kesehatan pun mengalami keamajuan yang luar biasa.
Namun begitu, obat tradisional atau jamu masih tetap diminati masyarakat. Jamu diyakini memiliki banyak keunggulan dan lebih cocok dengan kebanyakan penyakit masa kini daripada obat-obatan modern.
Sejumlah kelebihan obat tradisional tersebut adalah sebagai berikut.
1.       …..
2.       …..
3.       …..
4.       …..
Penegasan ulang ……


Ringkasan teks menjadi satu kalimat
.......

Lengkapi tabel berikut!
Persona
Tunggal
Jamak
Pertama
saya, ….

Kedua
engkau, ……

Ketiga
ia, dia, ………



KISI-KISI US 2022

      Bijak Menyikapi Kisi-Kisi                                                             (oleh Sartono Jaya)           A lhamdulill...