Tampilkan postingan dengan label Artikel 2019. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel 2019. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 November 2019



SELAMAT BERJUANG, MAN JADDA WA JADA!

Assalamualaikum, alhamdulillah, semoga Allah Swt. selalu menaungi kita dengan kesehatan dan kesuksesan yang berkah. Jauh dari rasa malas, ngantukan, dan lain-lain yang nggak well.
Ya, akhirnya, saya harus mengalah menghadapi pemaksaan berjemaah yang terus didengungkan oleh sejumlah siswa. Dalam berbagai perjumpaan, mereka selalu memaksa saya untuk segera mengeluarkan kisi-kisi penilaian akhir semester (PAS). Weladalah, memangnya kisi-kisi tes itu JIMAT.
OK2, sebagai orang tua mesti terus ngaji, belajar berhati segara, berusus kalen menghadapi anak-anak dengan berbagai karakter. Ada yang super anteng seperti Santi dan ada yang super brisik seperti Cintia Dwiyana. Ada yang sakti, kadang kelihatan kadang ghoib, seperti Santi Eka. Namun, ada pula yang super rajin, tidak pernah absen, seperti si ASNUR Kamidi. Itulah wolak-walik ing jaman. Semua harus dilayani dengan ikhlas [baca: terus belajar].
Berikut coba simak baik-baik informasi berikut berkaitan dengan PAS 3 Desember 2019.
Pertama, sesuatu yang klise tampaknya, Anda akan selalu bertemu dengan masalah: ide pokok, kalimat utama, kalimat penjelas, kalimat fakta/opini, makna istilah.
Kedua, surat, bukan surat cinta, melainkan surat lamaran kerja: alamat surat, pembuka surat, pemerian identitas, penutup surat.
Ketiga, teks sejarah:  struktur teks, kata ganti tunjuk, kata keterangan (waktu, cara, alat, dll.), isi/pertanyaan bacaan, persamaan/perbedaan dua teks, kalimat (simpleks, kompleks, transitif, intransitif, semitransitif, aktif/pasif), konjungsi (setara, bertingkat)
Keempat, teks editorial: opini penulis, pihak yang dituju, pihak yang dibela;  frasa (nomina, verba (verba material/mental, adjektiva, atributif, koordinatif, apositif), konjungsi, ungkapan, peribahasa, kaidah kebahasaan TE.
Kelima, teks novel: perwatakan dan penokohan, latar, nilai budaya/sosial, konflik cerita, penyebab konflik, akibat konflik. Ojo lali tugamu kuwi lho: melaporkan hasil membaca novel. Ini hukumnya wajib: WAJIB MENGUMPULKAN.
Materi pungkasan adalah artikel: isi artikel, rangkuman artikel, simpulan artikel, mengembangkan isu menjadi paragraf argumentatif disertai data dan fakta yang menguatkan, menyusun kalimat menjadi paragraf, konjungsi, kata baku/tidak baku, kata serapan, penggunaan ejaan, penulisan gelar, nama-nama georafis.
Saya harap informasi ini menjadi dian, lentera, yang menerangi jalan. Sebab, kini muncul fenomena aneh di SMAN 2 ini [semoga TIDAK BENAR]: siswa memaksa guru memberikan kisi-kisi, tetapi hal ini tidak dijadikan panduan untuk belajar. Mereka justru ribut mencari bocoran soal. Oleh karena itu, tidak heran ketika tes berlangsung mereka justru TIDUR, dan nanti di menit-menit injury time bangun mengisi jawaban tanpa harus membaca soal. Mengapa demikian? Jawabannya sudah disiapkan di kantin, di WC, sebelum tes dimulai. Luwar biyasa hebat!
Akhirnya, selamat berjuang! Para winasis telah wanti-wanti jauh hari: Tuhan akan mengganjar sesuai dengan kerja keras kita, man jadda wa jada, ‘sapane wong kang temen-temen bakal tinemu’. Lha, kalau tidak sungguh-sungguh kok beruntung, nilainya bagus? Anda harus waspada mungkin itu istidraj.

Rabu, 06 November 2019


MEMPERINGATI 91 TAHUN SUMPAH PEMUDA




  


Hari ini (Senin/28/10/2019) kita, khususnya para pemuda memperingati genap 91 peristiwa sumpah sakti, yakni Sumpah Pemuda. Kedigdayaan atau kesaktian Sumpah Pemuda tidak perlu diragukan lagi. Berkat sumpah itu, bangsa kita yang waktu itu, jauh sebelum 91 tahun lalu, tercerai berai, perlahan bisa disatukan. Hasil nyata buah persatuan itu yang sangat bersejarah adalah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Kini pelajaran apa yang bisa kita petik dari peristiwa sakti itu? Sejarah telah mengedukasi kita bahwa untuk menjadi sakti, sukses, hebat, JAYA diperlukan SUMPAH. Lihatlah sang Danang dari pemuda biasa menjadi orang hebat. Ia menjadi penguasa tanah Jawa yang kemudian dikenal sebagai Panembahan Senopati. Hal itu bisa ia peroleh setelah ia ber-SUMPAH di hadapan guru spiritualnya, Ki Ageng Juru Martani. Ia berjanji di hadapan gurunya akan mengurangi makan, minum, dan mesu budi, hingga menjadi “orang”. 
Bahkan, jauh sebelum itu, yakni 231 tahun yang lampau, Gajahmada juga mengucapkan sumpah Amukti Palapa. Sumpah yang dimantra pada tahun 1336 Masehi itu telah menjadikan Majapahit sebuah kerajaan besar di wilayah Asia.
Dalam lingkup yang lebih sempit di Smada pun tidak berbeda. Kita bisa menjadi hebat, MELESAT, apabila mau ber-SUMPAH. Tentu saja dalam hal ini adalah sumpah asli, bukan sumpah palsu.   Sumpah asli adalah tekad yang kuat disertai lelaku maksimal untuk meraihnya. Sementara sumpah imitasi, sekadar ucapan, suaranya sih bisa saja lebih nyaring karena diteriakkan sambil mendelik-mendelik. Akan tetapi, sumpah itu tidak disertai dengan tindakan nyata untuk mencapainya.

Kini sudah saatnya para siswa, terutama yang kelas 12 untuk bersumpah memberikan yang terbaik. Terbaik bagi dirinya sendiri, bagi orang tua, bagi almamaternya. Apakah mungkin? Sangat mungkin! Anda punya modal semangat dan stamina yang luar biasa. Berbagai kegiatan di seputar ultah sekolah, seperti lomba-lomba dan even lainnya merupakan bukti nyata bahwa Anda semua orang hebat. Di bawah terik matahari yang membakar Anda tetap bertahan. Pulang sampai sore hingga malam hari pun Anda lakoni dengan senang hati.
Permasalahannya sekarang adalah bagaimana mengonversi dan melanggengkan semangat itu dalam hal belajar. Jika Anda, para siswa Smada, punya ghirah belajar yang sama dengan semangat Anda saat mengikuti lomba ataupun ritual perayaan ultah sekolah, Anda dijamin sukses, melesat. Biarlah nanti menjadi pemandangan umum di Smada, para siswa pulang sampai sore, tetapi asyik membentuk jemaah-jemaah belajar.  Kalau ini bisa dilakukan, merebut perguruan tinggi-perguruan tinggi favorit bagi siswa Smada, bukan hal yang sulit. Dengan demikian, cita-cita Smada hebat, melesat, bukan sekadar slogan, melainkan kenyataan.
Para anak muda, siswa Smada, sadarilah suka atau tidak suka yang namanya ujian sekolah, ujian nasional itu masih ada. Untuk masuk ke PT pun Anda harus bersaing dengan puluhan ribu peserta melalui tes. Hendaknya momen peringatan Sumpah Pemuda kali ini kita jadikan momen untuk menyadarkan diri mengucapkan SUMPAH: “Satukan tekad untuk menjadi yang terbaik demi orang-orang yang kita cintai.”


KISI-KISI US 2022

      Bijak Menyikapi Kisi-Kisi                                                             (oleh Sartono Jaya)           A lhamdulill...