Minggu, 31 Agustus 2014
Sabtu, 23 Agustus 2014
Upacara HUT RI ke-69 di SMAN 2 Magelang
Ahad 17 Agustus 2014, semua guru, karyawan, dan siswa SMAN 2
Magelang mengikuti upacara peringatan hari bersejarah HUT RI ke-69. Komandan pleton dan komandan upacara
diambil dari anak-anak Bara dan Bantara. Sementara sebagai petugas pengibar
bendera merah putih adalah pasukan delapan yang terdiri atas anak-anak Bara
Smada. Sedangkan kelompok paduan suara
diisi oleh anak-anak ektrakurikuler paduan suara.
Mudah-mudahan
suasana khidmat dalam upacara peringatan HUT RI ke-69 ini dapat terus berlanjut
pada upacara-upacara rutin tiap hari Senin. Kita yakin bisa mewujudkan hal itu,
asal kita mau. Smada beraksi, maju berprestasi. Jaya!
Tugas untuk Romi Indriana XII IPS2
Kelas XII IPS 2 sangat strategis. Jaraknya hanya lima meter dari ruang guru.
Hal itu membuat kelas ini aman dan terkendali. Suasananya kondusif untuk
belajar. Beberapa tulisan penyemangat tertempel di dinding ruang, di antaranya:
“Pengin Maju Kudu Sinau”, “Pacaran Penghambat Prestasi”, “Ajining Diri Mergo
Saka Lathi”. “Terlambat No, Prestasi Yes”.
Ada 21 siswa penghuni kelas ini. Siswa laki-laki 8 orang dan
siswa putri 13 orang. Semuanya baik dan kadang menggemaskan. Aditya Dicky Candra adalah ketua Kelas XII IPS2. Anaknya bagus dan
baik budi. Pokoknya, tipe lelaki ideal.
Berdasarkan tempat tinggalnya, siswa Kelas XII IPS 2 bisa
dipilah menjadi dua. Ada siswa yang berasal dari dalam kota dan siswa yang
berasal dari luar kota. Siswa yang berasal dari dalam kota pada umumnya
kaya-kaya dan agak sedikit sombong. Sedangkan siswa yang berasal dari luar kota
tampak lugu dan polos.
Tugas
Siswa
1. Lanjutkan teks tersebut sehingga menjadi teks yang utuh tentang
keadaan Kelas XII IPS4 dengan menambahkan tiga atau empat paragraf lagi!
2. Tentukan pernyataan minimal lima (kalimat) fakta dan lima
opini yang terdapat dalam teks tersebut!
3. Tentukan judul yang tepat untuk wacana tersebut!
4. Tentukan unsur 5 W dan 1 H atas wacana tersebut!
5. Amati situasi di sekeliling Anda, kemudian buatlah laporan
tentang peristiwa yang Anda amati dalam kertas tugas!
Jumat, 22 Agustus 2014
Selamat Datang Presiden Baru
Usai sudah hiruk-pikuk Pemilu Presiden 2014. Setelah Komisi Pemilihan
Umum (KPU) pada 22 Juli 2014 menetapkan
pasangan Jokowi – JK sebagai pemenang pilpres 2014, Mahkamah Konstitusi (MK) pada 21 Agustus 2014 juga menolak gugatan hasil pemilu pasangan
Prabowo – Hatta. Jadi, legalitas Jokowi – JK sebagai presiden
Indonesia ketujuh sudah tidak diragukan lagi dan harus diterima oleh seluruh
rakyat Indonesia.
Sekarang tugas berat
dan mulia sudah menanti Presiden Jokowi – JK. Mereka harus memenuhi semua
(baca: sebagaian besar) janjinya saat kampanye. Janji perubahan yang mereka
usung dalam visi Trisakti, yakni jalan perubahan untuk Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.
Tidak mudah untuk mewujudkan
visi Trisakti tersebut karena kompleksitas permasalahan yang dihadapi bangsa
ini. Permasalahan yang bisa mengganjal langkah Jokowi – JK untuk merealisasikan
janji kampanyenya adalah APBN. APBN yang harus Jokowi – JK laksanakan adalah
produk pemerintahan lama yang tentu saja berbeda dengan keinginan pemerintahan
baru. Dalam APBN 2014 produk pemerintahan SBY, anggaran pemerintah hanya habis
untuk subsidi nonproduktif, yaitu BBM.
Namun, kita tetap
harus optimis bahwa harapan akan terwujudnya pemerintahan baru yang memenuhi
ekspektasi masyarakat Indonesia tetap dapat terpenuhi. Syaratnya, kita bersatu padu, bahu membahu, holopis kuntul baris melupakan segala
perbedaan. Tidak ada lagi jari satu, jari dua, jari tiga, yang ada adalah jari
270 juta rakyat Indonesia untuk bekerja menciptakan perubahan. Yang terpenting
lagi: rakyat butuh pemimpin yang tulus memberi contoh, bukan yang memerintah
tetapi tidak mengerjakan. Insya Allah itu ada pada Jokowi – JK.
Selasa, 19 Agustus 2014
Selasa, 05 Agustus 2014
Lebaran 2014
TRADISI BERBAGI DI MOMEN IDUL FITRI
Wates, 1Syawal 2014. Tepat
pukul 17. 37 WIB, beduk magrib ditabuh dan azan magrib pun dikumandangkan. Umat Islam di seluruh Wates bersukacita. Mereka larut dalam
kegembiraan karena telah telah kembali kepada kefitrian setelah selesai
melaksanakan puasa Ramadan selama satu
bulan.
Usai
melaksanakan salat magrib berjamaah di Masjid Sirajul Huda Wates, jamaah tidak
beranjak pulang. Mereka melantunkan kalimat takbir, tahlil, dan tahmid. Lantunan
takbir, tahlil, dan tahmid baru berhenti ketika waktu memasuki salat isya.
Selesai salat isya, sebagaian jamaah yang tua-tua melanjutkan takbiran,
sementara jamaah remaja dan anak-anak melakukan pawai obor keliling kampung.
Kira-kira
pukul 21.00 WIB setelah selesai pawai obor, biasanya masyarakat akan kembali ke
rumah masing-masing. Mereka melakukan tradisi sungkeman keluarga dan sekadar
bagi-bagi kenangan dari yang tua kepada yang muda. Bagi masyarakat Wates,
melakukan sungkeman pada malam 1 Syawal merupakan tradisi wajib dilakukan.
Sebab, mereka meyakini bahwa keluarga atau orang tua adalah nomor satu. Jadi,
sebelum mereka bermaaf-maafan ke ketangga-tetangga, mereka harus terlebih
dahulu saling memaafkan di lingkungan intern keluarganya.
Acara
sungkeman keluarga biasanya didahului dengan takbiran, kemudian mendoakan arwah
leluhur mereka berupa bacaan tahlil yang dipimpin oleh orang yang paling tua
dalam keluarga tersebut. Setelah itu baru dilaksanakan acara sungkeman. Di
sinilah biasanya terjadi suasana haru. Banyak di antara mereka yang menangis
karena tulus mengakui dan meminta maaf.
Sebagai
penutup acara sungkeman adalah berbagi kenangan. Acara ini disebut “andum
sangu”, yakni yang tua atau yang sudah bekerja memberi kenangan atau sangu
kepada yang muda. Dengan “andum sangu” inilah kedekatan keluarga semakin
terjalin dan kasih sayang semakin menyubur di dalam keluarga.
Langganan:
Komentar (Atom)
-
Menjadikan Liburan Penuh Berkah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Saudara-saudara, para siswa, selamat berlibur pascap...
-
Assalamualaikum wr. wb., Para siswa, semoga selalu dalam lindungan Allah, Tuhan yang Mahasatu, tak berputra dan tidak diputrakan. Ha...




