Sabtu, 23 Agustus 2014

Upacara HUT RI ke-69 di SMAN 2 Magelang

Ahad 17 Agustus 2014, semua guru, karyawan, dan siswa SMAN 2 Magelang mengikuti upacara peringatan hari bersejarah HUT RI ke-69. Komandan pleton dan komandan upacara diambil dari anak-anak Bara dan Bantara. Sementara sebagai petugas pengibar bendera merah putih adalah pasukan delapan yang terdiri atas anak-anak Bara Smada.  Sedangkan kelompok paduan suara diisi oleh anak-anak ektrakurikuler paduan suara.


Pukul 07.15 upacara dimulai. Upacara berjalan lancar dan khidmat. Peserta upacara yang biasanya agak gaduh kali ini hening. Susana khidmat itu makin terasa ketika pasukan delapan bergerak menuju lapangan. Aba-aba dan hentakan sepatu yang kompak membuat semua peserta upacara takjub dan hormat. Acara-acara lain pun, seperti amanat pembina upacara,  menyanyikan lagu-lagu nasional juga berjalan dengan baik. Hal itu berkat kesadaran semua peserta upacara akan arti pentingnya kemerdekaan.
Mudah-mudahan suasana khidmat dalam upacara peringatan HUT RI ke-69 ini dapat terus berlanjut pada upacara-upacara rutin tiap hari Senin. Kita yakin bisa mewujudkan hal itu, asal kita mau. Smada beraksi, maju berprestasi. Jaya!

Tugas untuk Romi Indriana XII IPS2

Kelas XII IPS 2 sangat strategis. Jaraknya hanya lima meter dari ruang guru. Hal itu membuat kelas ini aman dan terkendali. Suasananya kondusif untuk belajar. Beberapa tulisan penyemangat tertempel di dinding ruang, di antaranya: “Pengin Maju Kudu Sinau”, “Pacaran Penghambat Prestasi”, “Ajining Diri Mergo Saka Lathi”. “Terlambat No, Prestasi Yes”.
Ada 21 siswa penghuni kelas ini. Siswa laki-laki 8 orang dan siswa putri 13 orang. Semuanya baik dan kadang menggemaskan.  Aditya Dicky Candra  adalah ketua Kelas XII IPS2. Anaknya bagus dan baik budi. Pokoknya, tipe lelaki ideal.
Berdasarkan tempat tinggalnya, siswa Kelas XII IPS 2 bisa dipilah menjadi dua. Ada siswa yang berasal dari dalam kota dan siswa yang berasal dari luar kota. Siswa yang berasal dari dalam kota pada umumnya kaya-kaya dan agak sedikit sombong. Sedangkan siswa yang berasal dari luar kota tampak lugu dan polos.

Tugas Siswa
1.     Lanjutkan teks tersebut sehingga menjadi teks yang utuh tentang keadaan Kelas XII IPS4 dengan menambahkan tiga atau empat paragraf lagi!
2.     Tentukan pernyataan minimal lima (kalimat) fakta dan lima opini yang terdapat dalam teks tersebut!
3.     Tentukan judul yang tepat untuk wacana tersebut!
4.     Tentukan unsur 5 W dan 1 H atas wacana tersebut!

5.     Amati situasi di sekeliling Anda, kemudian buatlah laporan tentang peristiwa yang Anda amati dalam kertas tugas!

Jumat, 22 Agustus 2014

Selamat Datang Presiden Baru



Usai sudah hiruk-pikuk Pemilu Presiden 2014. Setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli 2014 menetapkan pasangan Jokowi – JK sebagai pemenang pilpres 2014, Mahkamah Konstitusi (MK) pada 21 Agustus 2014  juga menolak gugatan hasil pemilu pasangan Prabowo – Hatta. Jadi, legalitas Jokowi – JK sebagai presiden Indonesia ketujuh sudah tidak diragukan lagi dan harus diterima oleh seluruh rakyat Indonesia.
Sekarang tugas berat dan mulia sudah menanti Presiden Jokowi – JK. Mereka harus memenuhi semua (baca: sebagaian besar) janjinya saat kampanye. Janji perubahan yang mereka usung dalam visi Trisakti, yakni jalan perubahan untuk Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.
Tidak mudah untuk mewujudkan visi Trisakti tersebut karena kompleksitas permasalahan yang dihadapi bangsa ini. Permasalahan yang bisa mengganjal langkah Jokowi – JK untuk merealisasikan janji kampanyenya adalah APBN. APBN yang harus Jokowi – JK laksanakan adalah produk pemerintahan lama yang tentu saja berbeda dengan keinginan pemerintahan baru. Dalam APBN 2014 produk pemerintahan SBY, anggaran pemerintah hanya habis untuk subsidi nonproduktif, yaitu BBM.
Namun, kita tetap harus optimis bahwa harapan akan terwujudnya pemerintahan baru yang memenuhi ekspektasi masyarakat Indonesia tetap dapat terpenuhi.  Syaratnya, kita bersatu padu, bahu membahu, holopis kuntul baris melupakan segala perbedaan. Tidak ada lagi jari satu, jari dua, jari tiga, yang ada adalah jari 270 juta rakyat Indonesia untuk bekerja menciptakan perubahan. Yang terpenting lagi: rakyat butuh pemimpin yang tulus memberi contoh, bukan yang memerintah tetapi tidak mengerjakan. Insya Allah itu ada pada Jokowi – JK.

Selasa, 05 Agustus 2014

Lebaran 2014





TRADISI  BERBAGI DI MOMEN IDUL FITRI

Wates, 1Syawal 2014. Tepat pukul 17. 37 WIB, beduk magrib ditabuh dan azan magrib pun dikumandangkan. Umat Islam di seluruh Wates bersukacita. Mereka larut dalam kegembiraan karena telah telah kembali kepada kefitrian setelah selesai melaksanakan puasa Ramadan selama  satu bulan.
Usai melaksanakan salat magrib berjamaah di Masjid Sirajul Huda Wates, jamaah tidak beranjak pulang. Mereka melantunkan kalimat takbir, tahlil, dan tahmid. Lantunan takbir, tahlil, dan tahmid baru berhenti ketika waktu memasuki salat isya. Selesai salat isya, sebagaian jamaah yang tua-tua melanjutkan takbiran, sementara jamaah remaja dan anak-anak melakukan pawai obor keliling kampung.
Kira-kira pukul 21.00 WIB setelah selesai pawai obor, biasanya masyarakat akan kembali ke rumah masing-masing. Mereka melakukan tradisi sungkeman keluarga dan sekadar bagi-bagi kenangan dari yang tua kepada yang muda. Bagi masyarakat Wates, melakukan sungkeman pada malam 1 Syawal merupakan tradisi wajib dilakukan. Sebab, mereka meyakini bahwa keluarga atau orang tua adalah nomor satu. Jadi, sebelum mereka bermaaf-maafan ke ketangga-tetangga, mereka harus terlebih dahulu saling memaafkan di lingkungan intern keluarganya.
Acara sungkeman keluarga biasanya didahului dengan takbiran, kemudian mendoakan arwah leluhur mereka berupa bacaan tahlil yang dipimpin oleh orang yang paling tua dalam keluarga tersebut. Setelah itu baru dilaksanakan acara sungkeman. Di sinilah biasanya terjadi suasana haru. Banyak di antara mereka yang menangis karena tulus mengakui dan meminta maaf.

Sebagai penutup acara sungkeman adalah berbagi kenangan. Acara ini disebut “andum sangu”, yakni yang tua atau yang sudah bekerja memberi kenangan atau sangu kepada yang muda. Dengan “andum sangu” inilah kedekatan keluarga semakin terjalin dan kasih sayang semakin menyubur di dalam keluarga.

KISI-KISI US 2022

      Bijak Menyikapi Kisi-Kisi                                                             (oleh Sartono Jaya)           A lhamdulill...