Jumat, 06 Februari 2015

LATIHAN SOAL JELANG UCO 2 2015



Mata Pelajaran     : Bahasa Indonesia

Pilihlah satu jawaban yang benar dengan memberikan tanda silang (X) pada pilihan A, B, C, D, atau E yang tersedia!

Bacalah paragraf berikut dengan saksama!
(1)    Perkembangan teknologi komputer dimanfaatkan orang dalam berbagai keperluan. (2) Seorang ibu yang juga karyawan memanfaatkan teknologi komputer paa setiap detik waktu yang dimilikinya. (3) Misalnya, pada saat kemacetan lalu lintas di jalan, pada saat menuju kantor di pagi hari, dan saat pulan ke rumah di sore hari. (4) Pekerjaan yang belum selesai dapat dikerjakannya dengan media komputer juga di jalan. (5) Dengan media komputer juga, dia dapat memeriksa atau merevisi pekerjaannya.

1.       Ide pokok paragraf tersebut adalah .
A.     perkembangan zaman           
B.      pemanfaatan waktu              
C.      kemacetan lalu lintas
D.     pemanfaatan teknologi komputer
E.      kekurangan waktu

2.       Kalimat utama  paragraf tersebut adalah nomor ….
A.     (1)              C. (3)                E. (5)
B.      (2)              D. (4)

3.       Bacalah teks berikut dengan saksama!
(1)      Batik bermotif cerita rakyat yang diproduksi perajin batik Kota pekalongan, Jawa Tengah, kini makin diminati para kolektor batik yang berasal dari Australia karena dinilai memberikan pengetahuan sejarah. (2) Motif batik yang diminati tersebut, antara lain Joko Tarub, Sangkuriang, Pendowo Limo, Kanjeng Putri, Den Bagus, dan Encing Belanda. (3) Semua motif batik itu menceritakan sejarah dan cerita rakyat. (4) Beberapa produk batik bermotif cerita rakyat dan sejarah tersebut mampu menembus pasar Australia. (5) Pemilik batik Tulung Agung telah memasarkan batik yang menggambarkan kisah Joko Tarub ke negeri kangguru itu.

Kalimat yang tidak padu dalam paragraf tersebut adalah nomor ….
A.     (1)              C. (3)                E.  (5)
B.      (2)              D. (4)

Teks berikut untuk menjawab soal nomor 4 s.d. 6. Bacalah dengan saksama!

(1)    Kementerian Kelautan dan Perikanan RI mengalokasikan Rp 150 miliar dalam APBN guna mendukung pengembangan program Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) dan lumbung ikan nasional.  (2) Menteri Kelautan dan Perikanan mengatakan bahwa dua program tersebut memerlukan anggaran sebagai upaya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. (3) Selanjutnya, ia mengatakan bahwa SLIN merupakan langkah strategis pemerintah dalam memberikan jaminan ketersediaan, stabilitas harga, ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan industri pengolahan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. (4) Anggaran sebesar Rp 150 miliar itu digunakan untuk membangun 36 unit pangkalan pendaratan ikan (PPI), jetty terapung, serta pengadaan sarana air bersih di pelabuhan perikanan. (5) Selain itu, anggaran tersebut juga digunakan untuk membebaskan lahan di Provinsi Maluku, untuk membangun cold storage, industri perikanan, dan lain-lain. (6) Keberadaan cold storage sangat penting agar dapat menampung berbagai hasil produksi perikanan yang diambil dari daerah sentra produksi di kawasan perairan Indonesia bagian timur. (7) Karena itu, melalui penguatan SLIN diharapkan arus pergerakan komoditas ikan dapat berjalan dengan lancar dan efisien dari hulu ke hilir.

4.       Fakta dalam paragraf tersebut terdapat pada kalimat nomor ….
A.     (1), (2), dan (3)                   D.  (3), (4), dan (7)
B.      (1), (4), dan (5)                   E. (4), (6), dan (7)
C.      (2), (5), dan (6)
                 
5.       Kalimat pertanyaan yang sesuai dengan isi paragraf tersebut adalah…
A.     Berapa miliar jumlah dana yang digunakan untuk pengedaan sarana air bersih di pelabuhan perikanan?
B.      Siapa saja yang terlibat dalam pembangunan pangkalan pendaratan ikan (PPI) dan jetty terapung di Provinsi Maluku?
C.      Berapa jumlah anggaran yang akan digunakan untuk membebaskan lahan di Provinsi Maluku dari jumlah tersebut?
D.     Untuk apa Kementerian Kelautan dan Perikanan mengalokasikan dana sebesar Rp 150 miliar dalam APBN?
E.      Bagaimana cara membebaskan lahan di Provinsi Maluku untuk membangun cold storage?

6.       Tujuan penulis menyajikan isi teks tersebut adalah …
A.     Kementerian Kelautan dan Perikanan RI meminta dukungan masyarakat Indonesia untuk mengalokasikan Rp 150 miliar dalam APBN guna mendukung pengembangan program Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) dan lumbung ikan nasional.
B.      Menjelaskan kepada anggota DPR Indonesia tentang anggaran sebanyak Rp 150 miliar untuk pembangunan 36 unit pangkalan pendaratan ikan (PPI), jetty terapung, serta pengadaan sarana air bersih di pelabuhan perikanan.
C.      Menginformasikan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan RI mengalokasikan Rp 150 miliar dalam APBN  guna mendukung pengembangan program Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) dan lumbung ikan nasional.
D.     Menjelaskan bahwa pembangunan 36 unit pangkalan pendaratan ikan (PPI), jetty terapung, serta pengadaan sarana air bersih di pelabuhan perikanan memerlukan dana yang cukup besar, yakni Rp 150 miliar dari anggaran APBN.
E.      Kementerian Kelautan dan Perikanan RI mempertanggungjawabkan anggaran APBN sebanyak Rp 150 miliar kepada masyarakat Indonesia.

Paragraf berikut untuk menjawab soal nomor 7 dan 8. Bacalah dengan saksama!
(1)    Kebutuhan tenaga kerja terampil Indonesia di Kuwait terungkap dalam forum Indonesia Table Meeting 2012. (2) Perusahaan yang akan menjadi pengguna tenaga kerja tersebut di antaranya produsen kendaraan M.H. Alshaya dan Kuwait Automotive Company, Redisson Blu Hotel, restoran McDonalds, Al Ghanim Industries, Kout Food Group, Mustafa Karam, dan Sons Company. (3) Karyawan yang dibutuhkan, antara lain 409 teknisi manufaktur, 150 ahli las, 163 mekanik, dan 365 orang perawat kesehatan. (4) Atase Tenaga Kerja Indonesia untuk Kuwait menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan juga membutuhkan tenaga kerja terampil dengan kualifikasi tertentu. (5) Banyak sekali perusahaan yang bergerak dalam sektor industri dan jasa di Kuwait membutuhkan tenaga kerja asal Indonesia.

7.       Kalimat simpulan dalam paragraf tersebut adalah nomor ….
A.     (1)                          C. (3)                E. (5)
B.      (2)                          D. (4)

8.       Tenaga kerja Indonesia yang dibutuhkan  sektor industri dan jasa di Kuwait adalah …
A.     Tenaga kerja yang berkualitas di bidangnya dan terampil.
B.      Tenaga kerja yang terampil dengan kualifikasi tertentu.
C.      Tenaga kerja yang  dapat memenuhi persyaratan yang diminta.
D.     Tenaga kerja yang  memiliki keahlian di bidang mekanik.
E.      Tenaga kerja yang  terampil dalam merawat kesehatan.

9.       Bacalah paragraf berikut dengan saksama!

Aksi para buruh dua hari yang lalu berdampak negatif terhadap peluang investor. Sekretais Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengatakan ada investor asal Jepang yang mengurungkan rencana penanaman modal. Padahal, proyek investasinya mencapai Rp 10 triliun. Investor asing yang bergerak dalam produk minuman, sepatu, dan garmen kini mempertimbangkan relokasi ke Vietnam dan bangkok. Selain itu, dengan adanya aksi buruh, dunia usaha merugi sekitar 500 miliar.
Arti istilah relokasi dalam paragraf tersebut adalah ….
A.     tempat pembangunan
B.      pemindahan tempat
C.      tempat usaha
D.     pindah usaha
E.      perpindahan karyawan

Teks berikut untuk menjawab soal nomor 10 dan 11.

Bacalah dengan saksama!
Gus Dur adalah tokoh muslim kelahiran Jombang (Jawa Timur) yang mempunyai pengaruh besar bagi bangsa Indonesia. Keislaman, kecendekiawanan, dan kontribusi semasa hidup dirasakan bukan hanya oleh umat Islam, melainkan juga oleh warga nonmuslim, bahkan warga dunia.
Gus Dur diakui kepiawaiannya memimpin, kecerdasan, serta keberaniannya menghadapi berbagai masalah. Gus Dur terasa istimewa mengingat kekurangan fisiknya, yaitu ketunanetraannya, tetapi kontribusinya bagi bangsa sangat besar. Kepergian Gus Dur membuat kita kehilangan tokoh sekaligus pelindung dari berbagai masalah yang mendera bangsa ini.
Gus Dur bersama sahabat-sahabatnya mendirikan Forum Demokrasi (Fordem). Karena gagasan dan tindakan-tindakannya itu, Aswab Mahasin dalam Editor  edisi No. 15/THN. IV/22 Desember menulis artikel berjudul “Gus Dur, Pilihan untuk Sebuah Jembatan Budaya.” Intinya, Gus Dur menolak kekerasan terhadap siapa pun apalagi negara turut andil di dalamnya. Pilihan Gus Dur yang demikian tentu saja risikonya tidak populer dan dihujat banyak orang. Suaranya yang bening, lenyap dalam riuh rendah suara-suara lain yang lebih keras dan populer. Barangkali ini pilihan sebagai jembatan budaya.
10.   Permasalahan yang dihadapi Gus Dur adalah …
A.     Gus Dur dihujat banyak orang dan mendapat tantangan karena menolak kekerasan terhadap siapa pun.
B.      Gus Dur adalah tokoh muslim yang mempunyai pengaruh besar bagi bangsa Indonesia.
C.      Keislaman, kontribusi, dan kecendekiawanannya semasa hidup dirasakan hanya oleh umat Islam.
D.     Gus Dur terasa istimewa mengingat kekurangan fisiknya, tetapi mengganggu kepemimpinannya.
E.      Sepeninggal Gus Dur rakyat kehilangan tokoh sekaligus pelindung dari berbagai masalah yang mendera bangsa.

11.   Kemenarikan/keteladanan dari Gus Dur adalah ….
A.     Gus Dur diakui kepiawaiannya dalam memimpin, cerdas, serta berani menghadapi berbagai masalah.
B.      Beliau mempunyai karisma kuat dan menjadi teladan dalam bertindak selama kepemimpinannya.
C.      Gus Dur bertoleran, ramah, dan merupakan cendekiawan muslim yang diakui, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
D.     Tokoh yang dirindukan rakyat dan rakyat merasa kehilangan tokoh sekaligus pelindung dari berbagai masalah bangsa.
E.      Pendamai perselisihan antarumat dan kasus kekerasan yang dihadapi bangsa Indonesia di masa kepemimpinannya.

Teks tajuk rencana berikut untuk menjawab soal nomor 12 dan 13. Bacalah dengan saksama!
Iklim merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan program pertanian. Selain itu, iklim juga merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat sulit diduga sehingga kita relatif belum mampu mengendalikannya. Kekeringan dan banjir adalah salah satu dampak perubahan iklim yang sering terjadi, misalnya di Jawa Barat. Pemerintah terus berupaya mengejar target surplus beras sepuluh juta ton. Salah satunya dengan menyiapkan  kalender musim tanam untuk tiap provinsi dan kabupaten serta kecamatan se-Indonesia. Tindakan paling tepat untuk mengurangi dampak negatif dari sifat ekstrem iklim adalah dengan menyesuaikan kegiatan pertanian. Dengan penyesuaian iklim ini, tentu akan melancarkan program pertanian kita di beberapa daerah di tanah air.
12.   Opini penulis yang terdapat dalam tajuk rencana tersebut adalah …
A.     Pemerintah terus berupaya mengejar target surplus beras sepuluh juta ton dengan mengantisipasi waktu-waktu musim hujan.
B.      Kekeringan dan banjir adalah salah satu dampak perubahan iklim yang sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia.
C.      Karena iklim merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan program pertanian, perlu diwaspadai dengan cermat.
D.     Tindakan paling tepat untuk mengurangi dampak negatif dari sifat ekstrem iklim adalah dengan menyesuaikan kegiatan pertanian.
E.      Iklim juga merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat sulit diduga sehingga kita relatif belum mampu mengendalikannya.

13.   Keberpihakan penulis dalam tajuk rencana tersebut adalah ….
A.     perubahan iklim yang sering terjadi
B.      mengatasi banjir di Indonesia
C.      penyesuaian iklim untuk pertanian
D.     mengejar target surplus beras
E.      adanya waktu-waktu musim tanam

Grafik berikut untuk menjawab soal nomor 14 dan 15. Bacalah dengan cermat!

14.   Kalimat yang sesuai dengan isi grafik adalah …
A.     Produksi batu bara Indonesia tahun 2011 lebih rendah daripada produksi tahun 2012 P.
B.      Produksi batu bara Indonesia tahun 2013 meningkat dibanding produksi tahun 2012.
C.      Ekspor batu bara Indonesia tahun 2012 lebih tinggi dibanding ekspor tahun 2011.
D.     Penjualan batu bara Indonesia domestik tahun 2012 lebih tinggi daripada tahun 2011.
E.      Ekspor batu bara Indonesia tahun 2013 akan menurun drastis dari pada tahun 2012 P.

15.   Simpulan dari grafik tersebut yang tepat adalah ….
A.     Penjualan batu bara Indonesia domestik tahun 2011 – 2013 terus meningkat.
B.      Ekspor batu bara Indonesia tahun 2011- 2013 menurun drastis dan merugi.
C.      Produksi batu bara Indonesia dan ekspor ke luar negeri dari tahun ke tahun terus meningkat.
D.     Produksi batu bara Indonesia tahun 2011 – 2013 lebih banyak daripada ekspor dan domestik.
E.      Penjualan batu bara Indonesia domestik dan ekspor tahun 2011 – 2013 stabil.

Kutipan novel  berikut untuk soal nomor 16 – 18. Bacalah dengan saksama!

Tuti duduk membaca buku di atas kursi kayu yang besar di bawah pohon mangga di hadapan rumah sebelah cedeng weg. Tiap-tiap petang apabila ia sudah menyelesaikan pekerjaan rumah dan sudah pula mandi dan berdandan, ia selalu duduk di tempat itu sambil menunggu hari senja. Ia merasakan nikmatnya duduk berangin-angin di hadapan rumah memandang cedeng weg yang sepi. Di hadapannya, ia dapat melihat ke seberang kali dan meilhat rumah-rumah batu yang indah. Di langit, di belakang rumah bersusun, awan senja berbagai-bagai warnanya mengantarkan matahari yang terbenam.
(dikutip dari Layar Terkembang, Sutan Takdir Alisyahbana)
16.   Amanat yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah …
A.     Bersyukurlah kepada Tuhan yang telah memberikan alam yang indah.
B.      Rajin-rajinlah membaca buku untuk menambah pengetahuan kita.
C.      Beristirahatlah setelah bekerja seharian agar badan kita tetap sehat.
D.     Nikmatilah pemandangan alam yang indah di sekitar rumah kita.
E.      Jangan lupa membersihkan badan dan berdandan agar tampak segar.

17.   Pendeskripsian watak Tuti yang gemar membaca dalam novel tersebut adalah melalui ….
A.     penjelasan pengarang           
B.      jalan pikiran tokok              
C.      perbincangan tokoh lain
D.     lingkungan tokoh
E.      ucapan-ucapan tokoh

18.   Alasan Tuti selalu duduk di atas kursi kayu yang lebar di bawah pohon mangga adalah …
A.     Tuti merasa nikmat duduk di tempat itu.
B.      Badanya merasa capai karena bekerja seharian.
C.      Pemandangan di sekitar rumahnya indah sekali.
D.     Tuti mengisi waktu luang sambil membaca.
E.      Tuti menunggu magrib untuk menjalankan salat lima waktu.

Puisi berikut untuk menjawab soal nomor 19 dan 21. Bacalah dengan saksama!
        Kerendahan Hati
Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar!!
Tetapi belukar yang baik yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar
Jadilah saja rumput!!!
Tetapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan
Jadilah saja jalan kecil!!!
Tetapi jalan setapak yang membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten!!
Bukan besar kecilnya tugas
Yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu
Tentu harus ada awak kapalnya!!
Jadilah saja dirimu
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri
Kehidupan ini ibarat bangunan
yang terdiri atas batu bata, semen, fondasi, rangka besi, atap, paku, dan sebagainya
Semua itu diperlukan untuk menjadikan bangunan kokoh
Maka dari itu
Peran antara paku dan batu bata serta bahan lainnya adalah SAMA
Jika peran kita menjadi paku
Jadilah paku yang baik
Agar bangunannya tidak mudah runtuh
Taufik Ismail

19.   Makna lambang “beringin” dalam puisi tersebut adalah ….
A.     pejabat                    D. orang
B.      rakyat                     E. masyarakat
C.      pemimpin

20.   Maksud puisi tersebut adalah ….
A.     Setiap orang di dunia ini mempunyai peran masing-masing dalam menjalankan hidupnya sehari-hari.
B.      Untuk membangun suatu kehidupan yang kuat diperlukan kerja sama antarmanusia di lingkungan kita.
C.      Seorang pemimpin yang baik dalam membangun negara selalu menghargai pekerjaan bawahannya.
D.     Seorang yang memiliki rasa tanggung jawab dan ikhlas dalam bekerja  kehidupannya pasti kuat.
E.      Kehidupan yang kuat harus dilandasi dengan rasa tanggung jawab dan saling menghormati.

21.   Suasana yang tergambar dalam puisi tersebut adalah ….
A.     sedih                       D. sendu
B.      gembira                   E. semangat
C.      tenang

Kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal nomor 22 dan 23. Bacalah dengan saksama!
(1) Di dalam gundukan tanah itu terkubur seorang pelajar yang selama ini menjadi kebanggaan guru-gurunya, seorang anak yang sibuk dengan berbagai aktivitas organisasinya, namun tetap mencari keridaan orang tuanya dengan berbakti kepadanya. (2) Di dalam sana, terkubur seorang teman yang mampu menjadi teman terbaik bagi siapa pun tanpa memandang status, sepaham atau tidak sepaham. (3) Ah, betapa dia telah menorehkan sejarah hidupnya dengan tinta emas.
(4) Ara dan teman-teman lainnya masih berat untuk meninggalkan pemakaman tersebut. (5) Mereka tak percaya melihat beberapa anak yang dia yakin adalah anak-anak jalanan tampak sedang mendoakan Fachrul. Siapa mereka?
(6) “Setiap tiga hari dalam seminggu, Fachrul punya jadwal mentransfer  ilmunya ke anak-anak jalanan itu,” jelas bundanya Fachrul seolah mengerti apa yang dipikirkan Ara dan teman-temannya.
(7) Semua temannya yang masih di pemakaman tersebut takjub mendengarnya, sebagian mereka mengucapkan tasbih. (8) Tak ada yang tahu sepak terjang Fachrul yang satu ini. (9) yang mereka tahu, Fachrul, sibuker SMA Bintang memang selalu penuh agenda, mereka – t eman-teman dekatnya – sangat tahu agenda Fachrul sehari-harinya, tapi mereka tidak tahu ada satu aktivitas Fachrul yang tidak mereka ketahui.
(10) “Sejak kapan hal itu berlangsung, Bun?” Rio salah satu teman dekatnya bertanya.
(11) “Sejak dia kelas tiga SMP, Nak,” penjelasan bundanya Fachrul kembali membuat teman-temannya tercengang, terlebih teman-teman Rohis-nya.

“Ajarkan Aku Mencintaimu”,  karya peserta lomba cerpen SMAN 99

22.   Keterkaitan nilai sosial dalam kutipan cerpen dengan kehidupan sehari-hari adalah ….
A.     sibuk dalam kegiatan organisasi di sekolah
B.      mengajarkan ilmu kepada anak-anak jalanan
C.      menjadi siswa yang taat menjalankan ibadah
D.     seorang ibu yang mencintai seorang anak
E.      seorang guru yang menyayangi siswanya

23.   Kalimat pembuktian latar waktu dalam kutipan cerpen tersebut terdapat pada nomor ….
A.     (1) dan (3)               D.  (7) dan (9)
B.      (4) dan (5)               E.  (8) dan (10)
C.      (6) dan (11)
Kutipan drama berikut untuk menjawab soal nomor 24 dan 25. Bacalah dengan saksama!

(Kong Puji dan Ipeh saling berjabat tangan. Kong Puji nampak enggan melepaskan gengggamannya)
Enyak       :  “Apa kabar, Kong?”
Kong Puji  :  “Baik. Baik sekali, malah. Terlebih lagi lihat si Latifah ini yang … ya … Allah makin hari mak … Ipeh, Ipeh.
Ipeh          :  “Kong, maaf Kong, tangannya.”
Kong Puji  :  “Oh iya, iya.”
Enyak       :  “Eh iya, silakan duduk, Kong. Peh, sini duduknya.”
Kong Puji  :  “Eh, kok, wajahnya ditekuk, sih? Aduh, senyum dong! Jangan cemberut begitu, ah! Cantik-cantik, kok cemberut? Malu ya … ada Engkong! Jangan cemberut, ah! Hihihi.”
Enyak       :  “Eh, Peh, bikin kopi buat Engkong, gih!”
Ipeh          :  “Emm, iya Nyak, sebentar ya.”
Kong Puji  :  “Eh, Peh! Yang manis, ya! Biar kayak wajah Ipeh! Hihihi.”
Kong Puji  :  “Eh, Mpo. Sudah bilang belom ke keluarga?”
Enyak       :  “Emm.”
Kong Puji  :  “Halah, dari tampang Mpo, Engkong yakin Mpo belum bilang kan soal rencana itu ke keluarga?”
Enyak       :  “Emm, itu, Kong. Saya tak tega ngomongnya.”
Kong Puji  :  “Nggak usah pakai acara tega-tegaan, deh, Mpo. Ingat utang Mpo. Janji tetap janji. Memangnya Mpo sudah sanggup bayar utang?”
Enyak       :  “Ya, enggak sanggup sih, Kong.”
Kong Puji  :  “Nah karena itu! Inget Mpo, Engkong Cuma ngasih pilihan. Mpok bayar utang-utang Mpo ke Engkong. Dan kalau nggak bisa, rumah Mpo beserta isi-isinya akan Engkong sita. Jadi, rumah Mpo bakal jadi milik Engkong.”
Enyak       :  “Iya, iya deh, Kong nanti saya omongin.”
Kong Puji  :  “Ya, harus.”

24.   Watak Engkong dalam kutipan drama tersebut adalah ….
A.     cerewet                   D. genit
B.      optimis                    E. egois
C.      pesimis

25.   Konflik dalam kutipan drama tersebut adalah …
A.     Seorang ibu terpaksa menyerahkan semua hartanya kepada seorang kakek karena tidak dapat membayar utang.
B.      Seorang gadis yang tidak tahu apa-apa, tetapi dipaksa karena untuk membayar utang.
C.      Seorang kakek menuntut seorang ibu untuk menyerahkan rumah beserta isinya sebagai jaminan utangnya.
D.     Seorang ibu meminjam uang kepada seorang kakek, tetapi tidak dapat membayar utangnya.
E.      Seorang anak menolak untuk bekerja, tetapi ibunya memaksanya.

Teks Melayu klasik berikut untuk menjawab soal nomor 26 dan 27. Bacalah dengan saksama!
Di antara berbagai-bagai jenis binatang yang di bawah perintah raja singa itu ada dua ekor serigala yang amat bijaksana. Seekor bernama Kalilah dan yang seekor lagi Dimnah. Karena melihat raja tiada pernah keluar-keluar lagi, maka pada suatu hari berkatalah Dimnah kepada Kalilah, “Hai saudaraku, tahukah engkau apa sebabnya, maka raja kita kelihatan berduka cita tidak keluar-keluar dari tempat seperti sehari-hari?”
“Apa gunanya enkau tanyakan hal itu? jawab Kalilah. “Kita hamba rakyat wajib atas kita berusaha menyenangkan hati raja, dan menjauhkan segala yang akan menyusahkan kepadanya. Bukan kita orangnya yang patut mencampuri hal raja dan memperkatakannya. Sebab itu, janganlah engkau menanyakan hal itu juga. Ketahuilah, orang senang mencampuri urusan yang bukan urusannya sendiri, serupa halnya dengan kera yang mencampuri pekerjaan tukang kayu.
(Hikayat Kalilah dan Dimnah)
26.   Kemustahilan yang tampak dalam kutipan naskah Melayu klasik tersebut adalah ….
A.     Kalilah dan Dimnah adalah pemimpin yang bijaksana.
B.      Raja tidak pernah keluar dari tempatnya.
C.      Serigala yang dapat berbicara seperti manusia.
D.     Seorang raja yang bijaksana, tetapi sering berduka cita.
E.      Rakyat yang sangat berlebihan memperhatikan rajanya.
27.   Nilai moral yang terdapat dalam kutipan naskha Melayu klasik tersebut adalah …
A.     Kalilah mengingatkan Dimnah agar tidak mencampuri urusan raja
B.      Kalilah melarang Dimnah menganggu raja mereka yang sedang berduka
C.      mengingatkan agar menghibur orang yang sedang berduka
D.     melakukan pekerjaan sesuai dengan tugas dan wewenang
E.      seorang pemimpin tidak memperlihatkan kesusahan hatinya

28.   Bacalah pantun berikut dengan saksama!
Di kedai kopi marilah singgah
Melepas dahaga menghilangkan penat
Dinasihati ibu jangan menyanggah
Di dunia dan akhirat akan selamat
Maksud isi pantun tersebut adalah …
A.     Menyanggah orang tua adalah perbuatan yang tidak baik.
B.      Orang yang taat pada agama tidak akan durhaka.
C.      Orang tua harus disayang, tidak boleh dilawan.
D.     Melarang durhaka kepada orang tua agar selamat dunia akhirat.
E.      Anjuran untuk mematuhi dan menyanyangi orang tua.

29.   Bacalah gurindam berikut dengan saksama!
Orang malas jatuh sengsara
Di kemudian hari banyak perkara

Maksud isi gurindam tersebut adalah …
A.     Malas bekerja akan sengsara di kemudian hari.
B.      Hidupnya susah karena banyak masalah.
C.      Tidak dapat menyelesaikan masalah.
D.     Tidak disukai karena malas bekerja.
E.      Miskin karena tidak mau berusaha.

30.   Bacalah paragraf analogi berikut dengan saksama!
Kepala sekolah harus memiliki program kerja yang jelas agar tujuan sekolah dapat tercapai. Untuk melaksanakan program itu, kepala sekolah tidk dapat bekerja sendiri, tetapi harus bekerja sama dengan wakil kepala sekolah, para guru, dan para pegawai tata usaha. Selain itu, kepala sekolah harus dapat membina guru-guru agar dapat melaksanakan tugas mereka dengan baik. Kegiatan ini sama halnya dengan seorang kepala keluarga dalam membina rumah tangga. Kepala keluarga atau seorang bapak tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun rumah tangga yang bahagia. Akan tetapi, dia harus dapat bekerja sama dengan istri, anak-anak, dan pembantunya. Dalam hal ini kepala keluarga  harus dapat membagi tugas. Selain itu, dia harus dapat mendidik anak-anaknya agar kelak hidup bahagia. …

Kalimat simpulan yang tepat untuk melengkapi paragraf analogi tersebut adalah …
A.     Dengan demikian, kepala sekolah harus memiliki jiwa kepemimpinan agar sekolahnya bermutu.
B.      Oleh karena itu, memimpin sekolah yang baik sama halnya dengan membangun rumah tangga.
C.      Jadi, yang terpenting adalah perlu adanya pengertian dari berbagai pihak dalam mempimpin sekolah.
D.     Oleh karena itu, sekolah akan bermutu baik jika kepala sekolah memiliki rasa tanggung jawab.
E.      Oleh sebab itu, rumah tangga seseorang akan bahagia jika di antara anggota keluarga terjadi saling pengertian.

31.   Bacalah kalimat-kalimat berikut dengan saksama!
(1)    Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif tinggi membuat para investor dunia ingin masuk ke Indonesia.
(2)    Hal ini disebabkan jumlah akuntan berkualitas di Indonesia dinilai investor masih belum memenuhi kebutuhan pasar.
(3)    Namun, masih banyak investor yang ragu masuk ke Indonesia karena pelaporan keuangan belum memadai.
(4)    Jadi, dikhawatirkan banyak pelaporan keuangan tidak valid.

Urutan kalimat tersebut yang tepat sehingga menjadi paragraf padu adalah ….
A.     (1), (2), (4), dan (3)               D. (2), (4), (3), dan (1)
B.      (1), (3), (2), dan (4)    E. (2), (4), (1), dan (3)
C.      (2), (3), (1), dan (4)

32.   Bacalah silogisme berikut dengan cermat!
PU     :  Semua peserta ujian harus memiliki kartu legitimasi
PK     :  Juni Sharoh peserta ujian nasional
K       :  ….
E       :  ….
Entimem yang tepat berdasarkan silogisme tersebut adalah …
A.     Juni Sharoh peserta yang ikut mengerjakan soal ujian nasional.
B.      Peserta ujian nasional akan mengerjakan soal ujian.
C.      Juni Sharoh harus memiliki kartu legitimasi karena ia peserta ujian nasional.
D.     Juni Sharoh peserta ujian nasional karena ia memiliki kartu legitimasi.
E.      Semua peserta yang memiliki kartu legitimasi adalah peserta ujian nasioal.

33.   Bacalah teks pidato rumpang berikut!
Anak-anak yang kami banggakan!
Berdasarkn informasi terkini, seleksi calon mahasiswa yang akan masuk perguruan tinggi negeri lebih banyak melalui jalur undangan. Nilai yang akan dipertimbangkan adalah rata-rata nilai semester satu sampai semester lima. Tidak semua siswa akan mendapat undangan tersebut. Yang mendapat kesempatan hanya 80% dari jumlah yang ada. Selain itu, nilai ujian nasional akan dipertimbangkan. …

Kalimat persuasif yang tepat untuk melengkapi teks pidato tersebut adalah …
A.     Dengan demikian, nilai yang tinggi hendaknya diraih mulai semester pertama.
B.      Oleh karena itu, mari belajar dengan sungguh-sungguh agar mendapat nilai yang tinggi.
C.      Oleh karena itu, mulai sekarang Anda hendaknya mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah.
D.     Oleh karena itu, mari kita bersemangat untuk mendapatkan nilai yang paling tinggi.
E.      Jadi, belajarlah dengan giat agar mendapat undangan dari perguruan tinggi negeri.

34.   Bacalah paragraf deskripsi rumpang berikut ini dengan cermat!
Riak air mancur di Taman Bunga Wiladatika samar-samar terdengar. Pandangan mata refleks mencari sumber mata air itu. Air mancur berwarna putih menjulang mengalahkan rimbunan tanaman di sekitarnya. … Tak mau kalah bugenvil memamerkan warnanya yang warna warni, oranye, ungu, putih, dan merah.
Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf deskripsi tersebut adalah …
A.     Tampak kolam ikan yang airnya jernih berkilauan.
B.      Pohon-pohon rindang berjejer di sepanjang jalan masuk ke taman itu.
C.      Tercium harum semerbak bunga melati putih yang membuat udara menjadi segar.
D.     Para pengunjung tampak bersantai di bawah pohon yang rindang.
E.      Bunga alamanda yang berwarna kuning menyembul di antara hijau dedaunan.

35.   Bacalah paragraf berikut dengan saksama!
Saat ini tayangan media sudah tidak proporsional lagi. Sekretaris Prodi Komunikasi Unas, melalui situs Unas menyebutkan, hasil … terhadap sejumlah lembaga penyiaran nasional menunjukkan adanya ketidakmerataan … fungsi yang dijalankan oleh lembaga penyiaran tersebut. Sebagain besar lembaga penyiaran lebih banyak mengedepankan fungsi hiburan dalam program-programnya dibandingakan fungsi-fungsi lain, seperti … dan … nilai.

Kata serapan yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah …
A.     disurvei, distributor, prestasi, transfer
B.      analisis, data, interpretasi, prestise
C.      hipotesis, suplai, prestise, transfusi
D.     riset, distribusi, interpretasi, transmisi
E.      analisis, distributor, interpretasi, transmisi

36.   Cermati penutup surat lamaran berikut!
atas perhatiannya diucapkan beribu terima kasih.
Perbaikan kalimat penutup surat lamaran kerja tersebut adalah …
A.     Atas perhatian Bapak/Ibu, saya mengucapkan terima kasih.
B.      Atas kebijaksanaan Bapak/Ibu diucapkan banyak terima kasih.
C.      Atas perhatian Saudara, saya menghaturkan terima kasih.
D.     Terima kasih banyak atas perhatian Bapak/Ibu.
E.      Atas kebijakan Saudara, saya banyak mengucapkan terima kasih.

37.   Bacalah iklan lowongan kerja berikut ini dengan saksama!
Dibutuhkan
Seorang supervisor dengan kualifikasi: wanita usia maksimal 35 tahun, memiliki pengalaman minimal 2 tahun, pendidikan D-3 Perhotelan, dan dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Lamaran dikirim ke PO BOX 108 JKT
Harian Pagi,  6 Januari 2014
Kalimat pembuka surat lamaran pekerjaan yang tepat berdasarkan iklan tersebut adalah …
A.     Dalam harian Harian Pagi, 6 Januari 2014, saya membaca bahwa perusahaan Bapak membutuhkan seorang supervisor. Karena saya merasa memenuhi persyaratan, maka saya ingin sekali mengajukan surat lamaran pekerjaan kepada perusahaan Bapak.
B.      Sehubungan dengan iklan pada harian Harian Pagi, 6 Januari 2014,  bahwa perusahaan Bapak membutuhkan seorang supervisor. Karena persyaratan yang diminta dapat saya penuhi, saya mengajukan lamaran untuk mengisi lowongan tersebut.
C.      Berhubungan dengan iklan Harian Pagi,  6 Januari 2014, saya sangat tertarik untuk mengajukan lamaran sebagai tenaga supervisor pada perusahaan yang Bapak pimpin selama ini.
D.     Setelah membaca iklan di harian Harian Pagi, 6 Januari 2014, bersama ini saya kirimkan surat lamaran pekerjaan karena saya merasa memenuhi persyaratan yang diminta oleh iklan tersebut sebagai tenaga supervisor.
E.      Dalam  harian Harian Pagi, 6 Januari 2014, saya membaca bahwa perusahaan Bapak membutuhkan tenaga supervisor. Untuk itu, saya memberanikan diri melamar pekerjaan pada perusahaan Bapak pimpin.

38.   Bacalah paragraf berikut dengan saksama!
Bagi warga Lawean, membatik merupakan tradisi … dari nenek moyang mereka. Karena begitu kuatnya tradisi membatik, … di Kampung Lawean tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat tinggal. … di Kampung Lawean juga digunakan untuk tempat memproduksi batik, sekaligus menjadi kios batik.

Kata ulang yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ….
A.     orang-orang, tempat-tempat, rumah-rumah
B.      masa-masa, lokasi-lokasi, tempat-tempat
C.      turun-temurun, rumah-rumah, rumah-rumah
D.     dulu-dulu, kios-kios, pasar-pasar
E.      turunan-turunan, tempat-tempat, lokasi-lokasi

39.   Bacalah paragraf rumpang berikut dengan saksama!
Bank Indonesia (BI) terkesan … bank asing di Indonesia berdiri sebagai perusahaan terbatas yang yang berbadan hukum Indonesia. Namun, BI juga terkesan ambigu karena … bank asing yang beroperasi di Indonesia untuk tetap … sebagai kantor cabang.
Kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah …
A.     membiarkan, menunjuk, beroperasi               
B.      membiarkan, mengizinkan, berusaha             
C.      membolehkan, menunjuk, berdiri
D.     mendorong, membolehkan, berdiri
E.      mendorong, mengizinkan, berusaha

40.   Cermati kutipan surat undangan berikut dengan saksama!
Dengan hormat,
Dalam rangka ulang tahun setengah abad SMA Satria, kami OSIS SMA Satria mengundang perwakilan siswa SMA Perkasa sebanyak sepuluh orang untuk menghadiri acara ulang tahun sekolah kami yang akan diadakan,
Hari          :  Sabtu
Tanggal     :  25 Januari 2014
Waktu       :  pukul 09.00 s.d. 14.00
Tempat      : Aula SMA Satria
Alamat      :  Jln. Angkasa 3, Jakarta
Perbaikan penulisan pemerian pelaksanaan acara pada kutian surat undangan tersebut adalah …
A.       Hari, Tanggal    :  Sabtu, 25 Januari 2014
waktu               : pukul 09.00 – 14.00
tempat              :  aula SMA Satria
alamat              :  Jln. Angkasa 3, Jakarta
B.        hari, tanggal      : Sabtu, 25 Januari 2014
 waktu               : pukul 09.00 – 14.00
 tempat              :  aula SMA Satria
 alamat              :  Jln. Angkasa 3, Jakarta
C.        Hari, Tanggal    :  Sabtu, 25 Januari 2014
Waktu              :  Pukul 09.00 – 14.00
Tempat             :  Aula SMA Satria
Alamat             :  Jalan Angkasa 3, Jakarta
D.       Hari, Tanggal    :  Sabtu, 25 Januari 2014
 Waktu              :  Pukul 09.00 – 14.00
 Tempat             :  AULA SMA SATRIA
 Alamat             :  Jalan Angkasa 3, Jakarta
E.        hari, tanggal      :  Sabtu, 25 Januari 2014
waktu               :  pukul 09.00 – 14.00
tempat              :  aula SMA Satria
alamat              :  Jalan Angkasa 3, Jakarta

41.   Bacalah paragraf berikut dengan saksama!
Antrean transaksi di gerbang tol terus terjadi walaupun jumlah kendaraan bertambah terus. Selain itu, meminimalisasi antrean tersebut, PT jasa Marga akan membuka semua gerbong tol siang dan malam. Oleh sebab itu, PT Jasa Marga akan menginstruksikan para petugas gerbang tol untuk menjemput bola transaksi tol jika tindakan itu kurang pantas. PT Jasa Marga mengakui bahwa upaya menjadikan antrean di jalan tol tersebut belum maksimal.
Perbaikan kata penghubung yang tercetak miring pada paragraf tersebut adalah ….
A.     sebab, sampai, oleh karena itu, kalau  
B.      sehingga, kemudian, jadi, jikalau      
C.      karena, sampai, untuk itu, sehingga
D.     karena, untuk, selain itu, walaupun
E.      jika, untuk, maka dari itu, jikalau

42.   Bacalah paragraf berikut dengan saksama!
Penduduk kampunti itu sedang berdukacita. Semiggu yang lalu Pak Ahmad, pemuka masyarakat yang ramah dan santun, meninggal dunia. Pak Ahmad sangat dekat dengan keluarga. Walaupun dia memiliki kedudukan dan kaya raya, dia … dan selalu siap menolong orang yang memerlukan bantuan tanpa diminta. Walaupun sudah seminggu Pak Ahmad meninggal, orang masih menyebut-nyebut kebaikan yang dilakukannya untuk kampung dan warganya. Bak kata peribahasa “…”

Ungkapan dan peribahasa yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah …
A.     “ringan tangan” dan “harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama”
B.      “baik hati” dan “kalau hidup berputih tulang, bila mati berkalang tanah”
C.      “ujung tombak” dan “ada aku dipandang hadap, tiada aku dipandang belakang”
D.     “lapang dada” dan “bagai aur bergantung ke tebing, bagai tebing bergantung ke aur”
E.      “berpikiran jernih” dan “bagai aur bergantung ke tebing, bagai tebing bergantung ke aur”

43.   Cermati penulisan judul karangan berikut!
pengaruh disiplin waktu terhadap prestasi belajar bagi siswa sma di jakarta
Perbaikan judul karangan tersebut sesuai dengan EYD yang tepat adalah …
A.     Pengaruh Disiplin Waktu Terhadap Prestasi Belajar bagi Siswa SMA di Jakarta
B.      Pengaruh Disiplin Waktu terhadap Prestasi Belajar Bagi Siswa SMA di Jakarta
C.      Pengaruh Disiplin Waktu Terhadap Prestasi Belajar Bagi Siswa SMA di Jakarta
D.     Pengaruh Disiplin Waktu Terhadap Prestasi Belajar Bagi Siswa SMA Di Jakarta
E.      Pengaruh Disiplin Waktu terhadap Prestasi Belajar bagi Siswa SMA di Jakarta

Topik berikut untuk menjawab soal nomor 44 dan 45. Bacalah dengan saksama!

Topik karya ilmiah:
Pengaruh disiplin waktu terhadap prestasi belajar siswa
44.   Kalimat rumusan masalah yang sesuai dengan topik tersebut adalah …
A.     Apa pengaruh disiplin waktu terhadap prestasi belajar siswa?
B.      Mengapa disiplin waktu berpengaruh terhadap hasil belajar siswa?
C.      Sejauh manakah pengaruh disiplin waktu terhadap prestasi belajar?
D.     Bagaimana caranya meningkatkan prestasi belajar siswa?
E.      Apa sebabnya disiplin waktu berpengaruh terhadap prestasi belajar?

45.   Kalimat latar belakang yang sesuai dengan topik karya ilmiah tersebut adalah …
A.     Disiplin merupakan hal terpenting dalam mencapai nilai yang baik.
B.      Banyak siswa yang prestasi belajarnya menurun karena tidak memiliki disiplin waktu.
C.      Siswa yang tidak memiliki disiplin waktu akan mendapat nilai kurang.
D.     Siswa yang tidak memperhatikan disiplin prestasi belajarnya menurun.
E.      Masih banyak siswa yang tidak memperhatikan disiplin yang berlaku.





46.   Bacalah puisi rumpang berikut!
Bukit Barisan

Hijau tampaknya Bukit Barisan
Berpuncak Tanggamus dengan Singgalang
Putuslah nyawa hilanglah badan
Lamun hati terkenal pulang
Gungung tinggi diliputi awan
Berteduh langit malam dan siang
….
Rasakan hancur tulang belulang
Habislah tahun berganti jaman
Badan merantau sakit dan senang
Membawakan diri untung dan malang
Di tengah malam terjaga badan
Terkenang bapak sudah berpulang
Berteduh selasih kemboja sebatang
Muhammad Yamin
Majas yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah …
A.     Pohon tinggi melambai-lambai
B.      Terdengar kampung memanggil taulan
C.      Hutan rimba duduk bersimbah
D.     Kampung halamanku penuh anugerah
E.      Alam menangis menunggu waktu

47.   Bacalah kutipan novel berikut dengan saksama!
“… kenapa engkau biarkan dirimu melarat hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedang harta bendamu kau biarkan orang lain mengambilnya untuk anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, saling menipu, saling memeras. Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang. Engkau kira aku ini suka pujian, mabuk disembah saja, hingga kerjamu tidak lain memuji-muji dan menyembahku saja.” Semua menjadi pucat pasi, dan bertanyalah Haji Saleh pada malaikat yang menggiring mereka.
“Salahkah menurut pendapatmu, kalau kami menyembah Tuhan di dunia?”
“Tidak. Kesalahan engkau karena engkau terlalu mementingkan dirimu sendiri. Kau takut masuk neraka karena itu kau taat bersembahyang. Tapi engkau melupakan kehidupan kaummu sendiri, melupakan anak istrimu sendiri sehingga mereka itu kucar-kacir selamanya. Inilah kesalahanmu yang terbesar, terlalu egoistis. Padahal, engkau di dunia berkaum, bersaudara semuanya, tapi engkau tak mempedulikan mereka sedikit pun.”
Cerpen “Robohnya Surau Kami” karya A.A. Navis

Kalimat resensi yang mengungkapkan kelebihan sesuai dengan kutipan tersebut adalah …
A.     Cerpen “Robohnya Surau Kami” karya A.A. Navis sangat baik karena isinya menyadarkan kita bahwa ibadah itu bukan sekadar menjalankan perintah Allah, tetapi berbuat baik terhadap sesama makhluk dan bekerja juga ibadah.
B.      A.A. Navis dalam cerpen “Robohnya Surau Kami” mengisahkan seseorang yang hidupnya penuh dengan ibadah kepada Allah tanpa bekerja dan tanpa memerhatikan keluarganya, tetapi ketika meninggal orang itu tetap saja masuk neraka.
C.      Alur yang digunakan A.A. Navis dalam cerpen “Robohnya Surau Kami” adalah alur maju sehingga memudahkan para pembaca mengikuti jalan ceritanya dan tidak merasa bosan untuk mengikutinya sampai habis.
D.     Sudut pandang yang digunakan A.A. Navis dalam cerpen “Robohnya Surau Kami” adalah orang ketiga terarah. Dengan sudut pandang seperti itu, pembaca akan merasakan peristiwa itu sedang dialaminya.
E.      Bahasa yang digunakan A.A. Navis dalam cerpen “Robohnya Surau Kami” sangat sederhana karena kalimatnya berupa kalimat tunggal dan kosakatanya sederhana sehingga mudah dipahami.

48.   Bacalah puisi berikut dengan saksama!
          Doa

Tuhan kami
Telah nista kami dalam dosa bersama
Bertahun membangun kultus ini
Dalam pikiran yang ganda
Dan menutupi hati nurani
Ampunilah kami
Ampunilah
Amin
Tuhan kami
Telah terlalu mudah kami
Menggunakan asma-Mu
Bertahun di negeri ini
Semoga Kau rela menerima kembali
Kami dalam barisan-Mu
Ampunilah kami
Ampunilah kami
Ampunilah
Amin
Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia, Taufiq Ismail, 1965

Kalimat esai yang sesuai dengan puisi tersebut adalah …
A.     Taufiq Ismail dalam mengungkapkan pikirannya melalui untaian kata sesuai dengan kehidupannya sehari-hari.
B.      Taufiq Ismail merupakan tokoh Angkatan ’66 yang sangat produktif dalam menulis puisi yang bertemakan ketuhanan.
C.      Puisi-puisi Taufiq Ismail banyak berisi kritikan terhadap kepincangan sosial yang terdapat di negara Indonesia.
D.     Puisi “Doa” yang ditulis Taufiq Ismail tahun 1965 menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami pembaca.
E.      “Doa” merupakan puisi Taufiq Ismail yang mengungkapkan pengakuan seorang pemimpin yang telah berbuat salah.









49.   Bacalah puisi berikut dengan saksama!
CERMIN 1

Cermin tak pernah berteriak;
Ia pun tak pernah meraung, tersedan, atau terhisak, meski apa pun jadi terbalik di dalamnya;
Barangkali ia hanya bisa bertanya:
Mengapa kau seperti kehabisan suara?
 “Perahu Kertas”, Kumpulan Sajak Sapardi Djoko Damono, 1982. Thn III, No. 8 Agustus 1968
Kalimat kritik yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah …
A.     Sapardi Djoko Damono dalam puisi berjudul “Cermin” menggunakan rima yang sangat menarik dan diksi yang mudah dipahami.
B.      “Cermin” merupakan judul puisi Sapardi Djoko Damono yang mendapat perhatian dari para kritikus karena isinya mudah dipahami.
C.      Puisi “Cermin” karya Sapardi Djoko Damono sangat pendek, menggunakan kata-kata sederhana, tetapi maksud isi puisi itu sulit untuk dipahami.
D.     Para pembaca tidak akan merasa kesulitan dalam memahami puisi “Cermin” karya Sapardi Djoko Damono karena bahasanya sederhana.
E.      Puisi “Cermin” merupakan kumpulan puisi Sapardi Djoko Damono yang memuat puisi-puisi yang absurd dan bahasanya sederhana.
50.   Bacalah kutipan drama berikut dengan saksama!
Laila       :    “Ibu tiri dan saudara-saudara tiriku sungguh kejam. Pangeran … aku di sini … ya Tuhaaan, apa yang harus aku lakukan?” (Tiba-tiba sesosok Peri muncul).
Peri        :    “Kamu itu anak yang baik, Laila. Tidak seharusnya kamu menderita seperti ini. Kamu layak bahagia.”
Laila       :    “Kamu siapa?”
Peri        :    … .
Laila       :    “Bagaimana caranya?”
Peri        :    “Simpel. Aku hanya perlu membuat kakimu menjadi lebih bau dan baunya semakin menyengat tanpa menghilangkan aroma originalnya.”
Laila       :    “Bagaimana dan apa manfaatnya untukku?”
Peri        :    “Lihat saja nanti.” (Peri menjentikkan tongkatnya ke arah kaki Laila, kemudian menari-nari kecil seraya pergi).

Kalimat yang tepat untuk melengkapi kutipan drama tersebut (kalimat Peri) adalah …
A.     “Aku akan memberimu pakaian yang mahal dan bagus.”
B.      “Sahabatmu yang akan selalu berada di sampingmu.”
C.      “Temanmu yang akan memperhatikan kamu dalam kesusahan.”
D.     “Aku kawanmu yang akan memberi kamu kebahagiaan.”
E.      “Aku Peri yang diutus untuk menolongmu dari kesusahan ini.”


Rabu, 04 Februari 2015

MENULIS CERPEN

MENULIS CERITA PENDEK (CERPEN)
Cerpen merupakan cerita pendek. Perlu dipahami bahwa yang pendek itu ceritanya, bukan halamannya. Mengapa demikian? Sebab, cerpen anya menceritakan salah satu sisi hidup tokoh yang dianggap paling berkesan. Akibatnya, cerpen hampir pasti tokohnya sedikit dan plotnya tunggal.
TUGAS SISWA
Kembangkan penggal cerita berikut menjadi cerpen. Pilih salah satu di antara tiga. Anda bebas berimajinasi, memberi watak tokoh, seting, dan sebagainya. Intinya, dalam cerita Anda harus ada bagian cerita yang sama dengan teks berikut!

1.  Aku mulai tersadar, dan telah terbangun dari perjalanan indah mimpi semuku bersama gadis pujaanku. Aku telah membuka mata setelah sekian lama terpejam menikmati malam indahku, berkelana menanti senja kala siang bangunkanku. Gadis tempat kumenggantung asa telah lama pergi. Ia tak pernah...

2.    Namaku Siti Aminah. Ya, nampaknya ndesit, tetapi itulah nama pemberian orang tuaku. Kata emakku biar kelak aku seperti Ibunda Kanjeng Nabi: tegar, namun sumber kasih sayang. Aku mempunyai kakak bernama Muhammad Fatan. Sering dipanggil Fatan. Aku tak tahu mengapa bapak memberi nama demikian. Konon kata guruku, nama itu berarti sang pembebas. Ya, mungkin bapak sangat mengharapkan kakakku menjadi pembebas kami dari belenggu kegetiran hidup yang tak pernah mau beringsut dari keluarga. Tetapi aku tidak percaya itu. Selama ini bapak tak pernah mengeluh dengan kekerean yang mendera … .

3.  Jam dinding sudah berdentang dua kali. Setengah malam telah terlewati. Sri masih duduk tepekur di sudut kamar. Matanya sembab. Ia belum berhasil memejamkan mata. Ia beringsut ke depan cermin yang menempel di dinding kamar. ….

Selasa, 03 Februari 2015

BELAJAR DARI ORANG SALEH

Seorang suami pulang kerja tergopoh-gopoh membuka pintu, "Assalamualaikum, Diiiiiik...!" teriaknya mencari istrinya yang selalu setia menunggunya di rumah. "Diiiik..!", teriaknya lagi ... sambil membuka dasi di ruang tamu.
"Ya Mass...!" , si istri yang sedang siap-siap masak untuk makan malam mereka berdua, terkaget-kaget... menghampiri.
"Dik.. kamu tuh ya kebangetan banget."
"Ada apa Mas?" kaget dan bingung.
Kebangetan... tersiksa aku.."
Istri hanya ternganga dan bingung.
"Kita memang belum pernah berpacaran, menikah pun baru satu minggu," kata si suami terengah-engah menahan emosi. Matanya berkaca-kaca.
Istrinya mendekat, menyentuh lengan sang suami berusaha menenangkan.
"Mas kenapa...?", si istri matanya ikut berkaca-kaca... takut sesuatu yang buruk mengecewakan hati sang suami.
"Duduk dulu Mas..."
Sang suami duduk. Wajahnya tertunduk dan tertutup telapak tangan. Lalu bahu sang suami sedikit berguncang menahan tangis.
"Massss," lembut disapanya sang suami sambil menyentuh bahunya. "Ada apa..? katakan sayang."
"Sejak kita menikah... aku selalu rindu untuk pulang. Segala lelah fisikku. Lelah batinku setelah seharian bekerja, selalu terobati dengan senyum lembutmu dan tatapan sayangmu. Itu membuatku mabuk Dik. Aku jatuh cinta padamu setelah menikah… ya Allahhhh..."

Si istri ikut menangis terharu. Bersyukur sambil menyandarkan keningnya di bahu suami. Teringat ia akan petuah dan nasihat-nasihat dari sang guru di pesantren dulu. "Obati lelah suamimu dengan tatapan lembut dan hati penuh kasih sayang. Niscaya suamimu akan menjadi pahlawan super buatmu. Jaga hatimu dalam kedekatan dengan Allah agar Allah sinari hatimu dengan kelembutan kasih sayang-Nya".

Kini ia mulai merasakan kebenaran nasihat sang guru. Diciumnya bahu sang suami.
"Aku sayang kamu Mas... karena Allah telah menyayangi hatiku", bisiknya dalam hati.

Sabtu, 31 Januari 2015

IBRAH

KETIKA MARAH DENGAN ISTRIMU,
PANDANGI DIA KETIKA TIDUR

“Assalaamualaikum…!” Ucapnya lirih saat memasuki rumah.
Tak ada orang yang menjawab salamnya. Ia tahu istri dan anak-anaknya pasti sudah tidur. Biar malaikat yang menjawab salamku,” begitu pikirnya. Melewati ruang tamu yang temaram, dia menuju ruang kerjanya. Diletakkannya tas, ponsel, dan kunci-kunci di meja kerja. Setelah itu, barulah ia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.
Sejauh ini, tidak ada satu orang pun anggota keluarga yang terbangun. Rupanya semua tertidur pulas. Segera ia beranjak menuju kamar tidur. Pelan-pelan dibukanya pintu kamar, ia tidak ingin mengganggu tidur istrinya.

Benar saja istrinya tidak terbangun, tidak menyadari kehadirannya. Kemudian Amin duduk di pinggir tempat tidur. Dipandanginya dalam-dalam wajah Aminah, istrinya. Amin segera teringat perkataan almarhum kakeknya, dulu sebelum dia menikah. Kakeknya mengatakan, Jika kamu sudah menikah nanti, jangan berharap kamu punya istri yang sama persis dengan maumu.
Karena kamu pun juga tidak sama persis dengan maunya.
Jangan pula berharap mempunyai istri yang punya karakter sama seperti dirimu. Karena suami istri adalah dua orang yang berbeda.
Bukan untuk disamakan tapi untuk saling melengkapi.
Jika suatu saat ada yang tidak berkenan di hatimu, atau kamu merasa jengkel, marah, dan perasaan tidak enak yang lainnya, lihatlah ketika istrimu tidur….

“Kenapa Kek, kok waktu dia tidur?” tanya Amin kala itu.
“Nanti kamu akan tahu sendiri,” jawab kakeknya singkat.

Waktu itu, Amin tidak sepenuhnya memahami maksud kakeknya, tapi ia tidak bertanya lebih lanjut karena kakeknya sudah mengisyaratkan untuk membuktikannya sendiri.

Malam ini, ia baru mulai memahaminya. Malam ini, ia menatap wajah istrinya lekat-lekat. Semakin lama dipandangi wajah istrinya, semakin membuncah perasaan di dadanya. Wajah polos istrinya saat tidur benar-benar membuatnya terkesima. Raut muka tanpa polesan, tanpa ekspresi, tanpa kepura-puraan, tanpa dibuat-buat. Pancaran tulus dari kalbu. Memandaginya menyeruakkan berbagai macam perasaan. Ada rasa sayang, cinta, kasihan, haru, penuh harap dan entah perasaan apa lagi yang tidak bisa ia gambarkan dengan kata-kata. Dalam batin, dia bergumam,

“Wahai istriku, engkau dulu seorang gadis yang leluasa beraktivitas, banyak hal yang bisa kau perbuat dengan kemampuanmu. Aku yang menjadikanmu seorang istri. Menambahkan kewajiban yang tidak sedikit. Memberikanmu banyak batasan, mengaturmu dengan banyak aturan. Aku pula yang menjadikanmu seorang ibu. Menimpakan tanggung jawab yang tidak ringan. Mengambil hampir semua waktumu untuk aku dan anak-anakku.
Wahai istriku, engkau yang dulu bisa melenggang kemana pun tanpa beban, aku yang memberikan beban di tanganmu, di pundakmu, untuk mengurus keperluanku, guna merawat anak-anakku, juga memelihara rumahku. Kau relakan waktu dan tenagamu melayaniku dan menyiapkan keperluanku. Kau ikhlaskan rahimmu untuk mengandung anak-anakku, kau tanggalkan segala atributmu untuk menjadi pengasuh anak-anakku, kau buang egomu untuk menaatiku, kau campakkan perasaanmu untuk mematuhiku.

Wahai istriku, di kala susah, kau setia mendampingiku. Ketika sulit, kau tegar di sampingku. Saat sedih, kau pelipur laraku. Dalam lesu, kau penyemangat jiwaku. Bila gundah, kau penyejuk hatiku. Kala bimbang, kau penguat tekadku. Jika lupa, kau yang mengingatkanku. Ketika salah, kau yang menasihatiku.

Wahai istriku, telah sekian lama engkau mendampingiku, kehadiranmu membuatku menjadi sempurna sebagai laki-laki. Lalu, atas dasar apa aku harus kecewa padamu?
Dengan alasan apa aku perlu marah padamu?
Andai kau punya kesalahan atau kekurangan, semuanya itu tidak cukup bagiku untuk membuatmu menitikkan airmata. Akulah yang harus membimbingmu. Aku adalah imammu, jika kau melakukan kesalahan, akulah yang harus dipersalahkan karena tidak mampu mengarahkanmu. Jika ada kekurangan pada dirimu, itu bukanlah hal yang perlu dijadikan masalah. Karena kau insan, bukan malaikat.

Maafkan aku istriku, kau pun akan kumaafkan jika punya kesalahan. Mari kita bersama-sama untuk membawa bahtera rumah tangga ini hingga berlabuh di pantai nan indah, dengan hamparan keridaan Allah swt. Segala puji hanya untuk Allah swt. yang telah memberikanmu sebagai jodohku.”

Tanpa terasa airmata Amin menetes deras di kedua pipinya. Dadanya terasa sesak menahan isak tangis. Segera ia berbaring di sisi istrinya pelan-pelan. Tak lama kemudian ia pun terlelap.

***
Jam dinding di ruang tengah berdentang dua kali. Aminah, istri Amin, terperanjat
“Astaghfirullaah, sudah jam dua?”
Dilihatnya sang suami telah pulas di sampingnya. Pelan-pelan ia duduk, sambil memandangi wajah sang suami yang tampak kelelahan. “Kasihan suamiku, aku tidak tahu kedatangannya. Hari ini aku benar-benar capek, sampai-sampai nggak mendengar apa-apa. Sudah makan apa belum ya dia?” gumamnya dalam hati.

Mau dibangunkan nggak tega, akhirnya cuma dipandangi saja. Semakin lama dipandang, semakin terasa getar di dadanya. Perasaan yang campur aduk, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, hanya hatinya yang bicara.

“Wahai suamiku, aku telah memilihmu untuk menjadi imamku. Aku telah yakin bahwa engkaulah yang terbaik untuk menjadi bapak dari anak-anakku. Begitu besar harapan kusandarkan padamu. Begitu banyak tanggung jawab kupikulkan di pundakmu.

“Wahai suamiku, ketika aku sendiri kau datang menghampiriku. Saat aku lemah, kau ulurkan tanganmu menuntunku. Dalam duka, kau sediakan dadamu untuk merengkuhku. Dengan segala kemampuanmu, kau selalu ingin melindungiku.

“Wahai suamiku, tidak kenal lelah kau berusaha membahagiakanku. Tidak kenal waktu kau tuntaskan tugasmu. Sulit dan beratnya mencari nafkah yang halal tidak menyurutkan langkahmu. Bahkan sering kau lupa memperhatikan dirimu sendiri, demi aku dan anak-anak.
“Lalu, atas dasar apa aku tidak berterima kasih padamu, dengan alasan apa aku tidak berbakti padamu? Seberapa pun materi yang kau berikan, itu hasil perjuanganmu, buah dari jihadmu. Jika kau belum sepandai da’i dalam menasihatiku, tapi kesungguhanmu beramal saleh membanggakanku. Tekadmu untuk mengajakku dan anak-anak istikamah di jalan Allah membahagiakanku.

“Maafkan aku wahai suamiku, aku pun akan memaafkan kesalahanmu. Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah yang telah mengirimmu menjadi imamku. Aku akan taat padamu untuk menaati Allah swt. Aku akan patuh kepadamu untuk menjemput rida-Nya..”


Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota’ayun waj’alna lil muttaqiina imaamaa.

Jumat, 23 Januari 2015

CERPEN

Pertarungan
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvYXmyhGUTA7jUwKgQsZCpSPn1Q4qihggMZkk1BTfQ18zmG4chJLXdhqw9351Tol5_qoL3cfjJIK12Y_yDzKPJ-DIEgFipKTVs_ttgYRpYGPusJCXDb2PWkUX7yys91A94C15b1Tqgf0I/s1600/icon-date.png 18.12 Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhshJihImpE_zWYMYt5UXRP7cD6gOd3Eum7I2FmVI_pDtV_Zl3ThNUszT61Eka5jAkqzTSJjoe1LqDtY_6BA_FoFQyCu_-H2TIaWCbJ6Wq3XtjMe5bWrvIF_oMrMHh05qJmp_kTsUXhbFk/s1600/aaa.png DENNY PRABAWA 
Cerpen Benny Arnas (Jawa Pos, 19 Otober 2014)


Pukul sepuluh malam Jumat kemarin, dering ponselku adalah alarm yang kuatur waktu menyalanya. Aku tahu bahwa kau tidak pernah peduli dengan nada dering yang kupakai sebab mengurus dua anak kita yang masih balita jauh lebih menyita perhatianmu. Ketika kukatakan bahwa aku akan menemui seorang kawan lama di utara kota, kau sedikit keberatan.

Kau sempat membawa-bawa kasus penodongan atau perampokan—yang berujung pada pembunuhan korbannya—yang kerap terjadi akhir-akhir ini sebagai dasar keberatanmu. Aku pun menanggapinya dengan tawa kecil. Ya ya ya, apa yang ingin perampok atau penodong atau pembunuh itu ambil dariku, Sayang. Kita bukan orang yang layak dirampok atau ditodong atau dibunuh. Lagi pula, imbuhku masih dengan berseloroh, kau tahu bukan kalau aku adalah preman yang kaubelokkan ke jalan lengang yang  bernama Mengarang, jalan yang akhirnya kautitipi padaku karena kau ingin berkonsentrasi mengurus anak,jalan yang hingga kini telah mengantarku menjadi pengarang terpandang di kota kita. Kau sering sekali bilang kalau hidupku—hidup kita!—takdirnya memang di sastra. Ah, betapa beruntung dan bahagianya aku memilikimu.

Entah kau menyimak kata-kataku atau tidak, kau langsung menuju dapur dan kembali beberapa menit kemudian dengan dua botol-dot berisi susu formula cair.

Ah, kau pasti lelah sekali, istriku.

Aku tahu, mengurus dua anak bukanlah perkara mudah. Walaupun kadangkala aku merasa mengarangsangat melelahkan ketika ide takkunjung berhasil kutangkap, namun tentu sajaitu belum apa-apa dibandingkan dengan apa yang kaujabani. Ya, aku sempat beberapa kali berniat membantumu mengurus anak kita, bahkan pernah suatu hari aku mencoba mengambil alih anak-anak dengan menyilakanmu belanja ke pusat kota cukup lama, dan hasilnya adalah aku benar-benar kerepotan.

Ah, betapa beruntungnya aku memiliki istri yang begitu mencintaiku. Kau tak pernah mengutarakan rasa kesal, marah, atau perasaan tak bersahabat lainnya dengan banyak bicara apalagi tindakan emosional. Diam. Ya, diam. Begitulah kau mengutarakan ketaksepakatanmu. Aku menghapal tabiat itu ketika aku selalu memintamu “bersabar” saban kau menanyakan kapan kita akan meninggalkan rumah kontrakan dan memiliki rumah baru. Sekali lagi: hanya diam. Aku perlu menegaskan ini karena “diam”-mu tidak seperti “diam”-nya perempuan apalagi istri kebanyakan. Diammu tidak disertai mimik muka cemberut, jutek, kesal, ataumarah. Tidak!

Kau sempat membisu hampir tiga hari sebab aku tak mengabulkan keinginanmu menjual mobil pemberian orangtuaku demi membayar uang muka rumah baru. Kau harus tahu, Sayang: memiliki mobil adalah prestise tersendiri bagi pengarang kondang sepertiku—terlepas apakah kita hanya makan nasi telur-kecap setiap harinya dan telah mengganti susu formula anak kita dengan merk yang paling murah harganya.

Ah, ekspresimu ketika tak bersetuju memang tak pernah berubah: bisu. Selalu begitu.

Seperti itu pula yang terjadi malam itu.

Termasuk ketika kutanyakan perihal makanan apa yang ingin kubawakan sepulang menemui Ilyas, begitu aku biasa menyapa teman lamaku itu. Ketika kutanyakan lagi untuk kedua kalinya, seperti merepet dalam volume yang sumir kaukatakan kalau sebaiknya aku tidak pulang kalau tidak membawa rumah baru.

Aku tahu kalau kau muak dengan sikap empat kakak perempuanmu yang terus membanggakan rumah yang dihadiahkan suami mereka,atau bisa-bisa saja kau bercanda …  tapi jangan begitu, Sayang. Kedengarannya keterlaluan dan nyelekit. Aku juga sedang berusaha keras untuk menyumpal mulut mereka dengan rumah kita sendiri. Ah,harusnya aku memaklumi sikapmu sebab mungkin saja kau merasa muak dengan alasan-alasanku karena saban keluar malam—terutama dua pekan belakangan—aku selalu pulang di atas pukul dua belas, waktu ketika kau sudah terlelap di antara kedua anak kita yang khusyuk dengan botol dot susu formula yang isi nyatak lagi penuh.

Pagi ini, kau mengutarakan pertanyaan yang hampir saja mencabut jantungku dari tempatnya berdetak. Aku pun bercerita dengan jujur. Ya, perlu kukatakan dengan lengkap bahwa “aku bercerita dengan jujur—dengan jujur!” agar kau tahu kalau aku memangs uamimu yang baik, bukan laki-laki brengsek yang suka main perempuan seperti ketakutan yang tak pernah kauutarakan itu.

Kau menyimak ceritaku dengan saksama. Kadang mengerenyitkan dahi. Kadang membesarkan bolamata. Kadang mengangguk-angguk. Kadang hanya menatap tajam. Semua bahasa tubuh itu kautunjukkan tanpa suara.

Usai menyambut telepon dari Ilyas, kukatakan kepadamu bahwa aku akan segera pulang tak lama setelah menemuinya. Aku memang tak memerlukan jawabanmu. Tentu saja karena aku hapal bahasa tubuhmu kalau tak merestui tindakanku—bukan karena kerepotanmu mengurus dua anak kita yang berebutan balon berbentuk ikan. Kuambil kunci mobil dan melangkah keluar, menuju garasi di belakang rumah. Hebatnya, kau masih sempat mencangking Si Sulung yang berteriak memanggilku dan ingin memaksa ikut. Ah, sebenarnya aku merasa bersalah. Tapi sudahlah. Aku menyalakan mesin mobil sebelum memutar setir ke kiri dan membelokkannya ke jalan utama komplek.

Di kampus, aku dan Ilyas sangat dekat karena kami sama-sama tergabung di dalam tim nasyid, semacam grup vokal lagu-lagu islam(i), yang kami dirikan. Sejak berpisah sebelas tahun yang lalu, terlebih setelah kami menikah lima tahun yang lalu—bukan berarti kami naik pelaminan di tanggal dan bulan yang sama, kami tak pernah saling kontak. Bahkan, aku yakin, sebagaimana aku yang tak pernah ingat tanggal lahirnya, Ilyas juga tidak menyimpan nomor ponsel baruku. Sebenarnya kami bisa berbagi kabar lewat media sosial karena kami sama-sama berteman di Facebook, namun entah mengapa kami tak melakukannya. Memiliki keluarga benar-benar—bukan hanya menyita waktu ‘bernostalgia’ kami—menyibukkan atau mengasyikan atau melenakan. Ya, apalagi sejak memiliki anak, waktu bersama mereka acap membuatku ‘lupa diri’.

O ya istriku, aku akhirnya menemui Ilyas setelah menyetir lima belas menit dari rumah. Sebagai teman dekat yang lebih sepuluh tahun tak berjumpa, kami berpelukan erat untuk beberapa saat. Di mata kami, ada kerinduan dan kehangatan yang membara. Aku mengajak Ilyas naik ke mobil setelah ia mengatakan bahwa bus yang ditumpanginya sedang mogok dan si sopir sudah memberitahu penumpangnya bahwa perbaikan akan memakan waktu paling cepat dua jam. Aku mengajak Ilyas ke salah satu kafe favoritku yang buka sampai larut malam di pusat kota. Kami membincangi banyak hal. 

Tentang keluarga, pekerjaan, pengalaman menarik, dan tentu saja masa lalu. Kami sangat bersemangat hingga membuat pelayan kafe beberapa kali menegur kami untuk mengurangi volume suara dan tawa yang meledak semaunya.

O ya Sayang, sebenarnya aku menawari Ilyas untuk mampir ke rumah kita, namun ia menolak. Aku baru tahu kalau dia baru saja bercerai beberapa bulan yang lalu. Dengan air muka sedih Ilyas mengutarakan alasan perpisahan mereka. Aku pun memakluminya.Ya, dapat kupahami bagaimana perasaan seorang melankolik seperti Ilyas bila melihat kau yang begitu menyayangiku dan dua anak kita yang lucu-lucu. Ah Sayangku, kalau istri Ilyas mau bersabar, mungkin saja Tuhan akan mengaruniai mereka seorang bayi pada tahun-tahun berikutnya, sebagaimana kita yang bersabar menimang buah hati di tahun kedua pernikahan.

Ah sudahlah, aku harap kau bisa mafhum perihal aku yang tak membawanya ke rumah.

O ya, kau tahu bukan, kalau malam itu aku pulang pukul setengah dua belas. Busnya baru selesai diperbaiki pukul sebelas. Namun bukan itu yang menyebabkanku tiba di rumah setengah jam berikutnya, melainkan karena aku berkelahi dengan seorang penjambret yang hendak merampas tas Ilyas. Alhamduilllah Ilyas dan tasnya selamat, tapi tangan kananku terluka karena menangkis pisau yang diarahkannya kepadaku. Ah,untung saja banyak orang yang datang hingga perampok itu keburu kabur.

Usai mengantar Ilyas ke bangku bus, aku langsung pulang. Kau tahu, itu artinya, aku nyetirngebut, Sayang.

Sesampainya di rumah, setelah membuka pintu dengan kunci serap yang bergantung di ujung dompetkunci mobil, sebagaimana biasa aku langsung menuju kamar. Di sana, kau dan dua anak kita sudah terlelap. Si Sulung sudah tidur dengan kaki kanan di atas perutmu dan botol dot yang sudah jatuh ke lantai, sementara Si Bungsu masihmengemut ujung kompeng dari botol dot yang tak ada lagi isinya … sementara kau, ya, kau masih terlelap dengan mulut yang setengah menganga.

Kau masih ingat, bukan, kalau aku mematikan lampu beberapa saat sebelum memelukmu dan membisikkan sesuatu yang meremangkan bulu kudukmu. Tanpa kata, kita pindah kekamar sebelah. Di sana, kita bertarung hebat dengan bersenjatakan gairah. Kitam engakhiri permainan satu jam berikutnya sebab Si Sulung sudah memanggil-manggilkita. Ia pasti merengek karena botol-dot susunya tak lagi berada dalam jangkauannya.

Kau tersenyum manis sekali malam itu. Manis sekali. Tentu saja bukan (hanya) karena pertarungan sengit yang memberi kemenangan kepada kita berdua, melainkan karena aku mengatakan bahwa esok kita akan membeli rumah baru di perumahan elit di dekat gerbang kota. Kau langsung memelukku dan kita bertarung lagi.

Istriku … jangan tersipu malu seperti itu.

Maafkanlah kalau ceritaku jadi ngelantur. Aku hanya ingin mengatakan bahwa, itulah berkah kalaukita berbuat baik pada orang lain. Ada-ada saja cara Tuhan menunjukkan jalan agar kita memiliki rumah sendiri. Kau tahu, Ilyas ternyata sudah menjadi kontraktor yang sukses di Jakarta, dan perumahan elit yang hangat diberitakan di koran-koran lokal itu ternyata adalah proyeknya. Entah karena trenyuh mendengar ceritaku sebagai seorang pengarang yang beristrikan seorang wanita rumahtangga, entah dia sedang berulangtahun (jujur, sedekat-dekatnya kami, aku tak pernah ingat tanggal lahirnya), entah dia memang hendak menunjukkan rasa persahabatannya yang begitu tulus, atau karena ia berasa berutang harta—atau juga nyawa (sepertinya ini yang paling mungkin), ia memberi kita salah satu rumah di Blok D. 

Nah, kau sudah tahu cerita yang sebenarnya, kan, Sayang? Ah, harusnya malam tadi kau bertanya tentang tangan kananku yang terluka.
Kau tersipu malu.

Ya, bagaimana mungkin malam tadi kau tak melihat perban di salah satu tangan suamimu. Kau benar-benar bersemangat kalau lampu sudah dipadamkan, Sayang.

Kau tersipu malu,lagi. Kau tentu sangat bangga memiliki suami sepertiku, bukan?


HAMPIR empat bulan kita menempati rumah ini. Namun cerita yang kusampaikan di hari terakhir kita tinggal di kontrakan itu selalu menerorku. Maafkan tentang dering ponsel, Ilyas, penjambret, hadiah rumah baru, dan mobil yang melaju di malam itu ….Maafkan aku telah menyalahgunakan kelihaian mengarangku.

Ilyas itu tak pernah ada. Apalagi hadiah rumah barunya. Pun dengan mobil kita yang hanya kulajukan sebentar sebelum kuparkirkan di bawah pohon mangga sebuah bedeng kos anak-anak sekolahan yang takkan peduli dengan apa yang kulakukan malam itu: menyetop ojek, menyelinap di antara rumpun irish yang rimbun, sepuluh meter dari ATM Bersama di salah satu tepi jalan utama yang lengang di utara kota. Setelah memaksa seorang laki-laki mengeruk isi tigakartu ATM-nya malam itu juga, aku nyaris berada dalam kemalangan bila saja pisau yang secara tiba-tiba ia keluarkan dari balik pinggangnya mengenai perut atau dadaku (tidak mengenai tangan kananku yang sekaligus melemparkan pistol rakitanku ke tanah). Korban ketiga itu benar-benar susah ditaklukkan. Untung saja ini bukanlah kota yang ramai sehingga perkelahian kami tak menyedot perhatian. Hanya ada dua orang ABG laki-laki—yang sibuk dengan gadget dan headset di telinga—berjalan di trotoar seberang jalan dan sebuah bus antarpulau yang melaju kencang.
Itu adalah operasiku yang terakhir setelah kupikir uang simpanan untuk membelikanmu rumah mewah itusudah lebih dari cukup. Aku benar-benar ingin insaf dalam keadaan tenang,nyaman, dan damai—dan aku lupa kalau semua itu tidak bisa dibeli dengan cara cuci tangan dari tiga kali pembunuhan yang kulakukan!

Sebentar lagi,setelah anak-anak terlelap di kamar mereka, aku akan mengajakmu meninggalkan tempat tidur dan berbicara di ruang tengah. Kupikir kamis malam adalah waktu yang mustajab. Dan keyakinanku bertambah ketika menyadari bahwa kebohongan terakhirku dilakukan pada waktu yang sama, malam Jumat empat bulan yang lalu.  Aku sudah berniat untuk jujur kepadamu,Istriku, Aku tak tahu, apakah aku akan mampu atau justru mengarang kebohongan yang baru. Ah persetan! Yang penting aku sudah meniatkan pengakuan ini, demi ketenanganku, juga ketenangan keluargaku!

Kuhela napas beberapa kali. Sudah terangkai kalimat pembukaan di dalam kepalaku. Terimalah pengakuanku ini, Istriku, batinku. Baru saja kubuka pintu kamar, kulihat kau sudah berdiri di tepi ranjang dengan baju tidur yang empat kancing teratasnya—sengaja kau—lepas dari lubang pengaitnya.

Kau memberi kode agar aku mematikan lampu. Kita bertarung lagi. Bukan satu jam, tapi sampai pagi. Sepanjang pertarungan, aku tak berhenti berharap kalau-kalau pada salah satu halaman di dalam kitab suci—agama mana pun itu—tertera: membahagiakan istri di malam Jumat, bukan hanya menuai pahala karena mengamalkan sunah rasul, tapi juga kuasa membasuh dosa besar.

Dosa  pembunuhan.(*)

Description: https://scontent-a-hkg.xx.fbcdn.net/hphotos-xaf1/v/t1.0-9/10553356_10203153867190642_9158240658548599818_n.jpg?oh=3f5cc85c0b81786b5f409923dba9301a&oe=54F3B420



KISI-KISI US 2022

      Bijak Menyikapi Kisi-Kisi                                                             (oleh Sartono Jaya)           A lhamdulill...