Selasa, 24 Oktober 2017

CARA KELEDAI MEMBACA BUKU



Cara Keledai Membaca Buku

Alkisah, seorang raja bernama Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Namun, Timur Lenk memberi syarat, agar Nasrudin mengajari terlebih dahulu keledai itu agar dapat membaca. Timur Lenk memberi waktu dua minggu sejak sekarang kepada Nasrudin.
Nasrudin menerima syarat itu dan berlalu. Sambil menuntun keledai itu, ia memikirkan apa yang akan diperbuat. Jika ia dapat mengajari keledai itu untuk membaca, tentu ia akan menerima hadiah, namun jika tidak maka hukuman pasti akan ditimpakan kepadanya.
Dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar agar Nasrudin segera mempraktikkan apa yang telah ia ajarkan kepada keledai. Nasrudin lalu menggiring keledainya menghadap ke arah buku tersebut dan membuka sampulnya.
Si keledai menatap buku itu. Kemudian, sangat ajaib! Tak lama kemudian si Keledai mulai membuka-buka buku itu dengan lidahnya. Terus menerus, lembar demi lembar hingga halaman terakhir. Setelah itu, si keledai menatap Nasrudin seolah berkata ia telah membaca seluruh isi bukunya.
“Demikianlah, keledaiku sudah membaca semua lembar bukunya”, kata Nasrudin. Timur Lenk merasa ada yang tidak beres dan ia mulai menginterogasi. Ia kagum dan memberi hadiah kepada Nasrudin. Namun, ia minta jawaban, “Bagaimana cara mengajari keledai membaca?”
Nasrudin berkisah, “Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaranlembaran besar mirip buku. Aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa makan biji-biji itu. Kalau tidak ditemukan biji gandumnya, ia harus membalik halaman berikutnya. Itulah yang ia lakukan terus sampai ia terlatih membalik balik halaman buku itu”.
“Namun, bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya?” tukas Timur Lenk. Nasrudin menjawab, Memang demikianlah cara keledai membaca, hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya”. Jadi, kalau kita juga membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, berarti kita sebodoh keledai, bukan?” kata Nashrudin dengan mimik serius.

Senin, 23 Oktober 2017

TEKS ANEKDOT

MENGANALISIS TEKS ANEKDOT
1. Menemukan struktur teks anekdot
2. Menemukan ciri kebahasaan teks anekdot

TEKS ANEKDOT

TEKS EDITORIAL



Ultah Sekolah, Haruskan Wah?
 

Ulang tahun merupakan momen spesial bagi siapa pun. Sebagai momen spesial, hari kelahiran itu sering diperingati dengan berbagai cara. Ada yang merayakan secara sederhana, tetapi ada pula yang memperingatinya dengan nuansa super wah.
SMAN 2 Magelang tahun ini, tetapnya pada bulan 23 Oktober 2017 genap berusia 38 tahun. Perhelatan acara hari jadi sekolah tahun ini cukup panjang, memakan waktu satu bulan lebih. Sungguh sebuah hajatan yang menyita banyak pikiran, tenaga, dan tentunya juga biaya. Kita sebagai bagian dari warga Smada tentu sah bertanya, “Perlukah acara perhelatan ulang tahun sekolah dirayakan dengan “jor-joran”, hura-hura? Tidak adakah cara lain yang lebih bermaslahat atau bernilai manfaat bagi warga Smada dan umat di lingkungan sekitarnya?
Minggu-minggu ini di jagad Smada berkembang dua fragmentasi penyikapan terhadap acara ultah sekolah. Pihak yang satu merupakan penyetuju acara ultah setiap tahun yang diadakan secara besar-besaran, dengan melibatkan pihak luar sebanyak mungkin. Sementara di sisi sebelah berpendapat bahwa ulang tahun tidak perlu digelar setiap tahun, tetapi dengan mengambil momen-momen tertentu, misalnya lustrum (lima tahunan), sewindu (8 tahunan), dasawarsa (10 tahunan).
Menghadapi hal tersebut kita tidak boleh menang-menangan. Jadi, sikap “pokoknya”, “harus” perlu disingkirkan jauh-jauh. Semua tidak boleh egois, menafikan pendapat orang lain. Semuanya mestinya dari awal duduk dalam satu forum secara ekual. Pengurus OSIS sebagai pihak yang punya hajat, mestinya tidak boleh main sembunyi-sembunyi. Yang terjadi sekarang adalah seakan ada program yang dihidden oleh OSIS, misalnya dalam konser Sheila on 7. Kalau mau jujur, program ini harus disampaikan di hadapan semua komponen sekolah.
Jadi, pengurus OSIS sebaiknya berbicara di dalam forum yang melibatkan semua guru dan komite sekolah, tidak sekadar di hadapan Majelis Pembina OSIS  (MPO). Dari situlah pengurus OSIS akan dapat menyaring masukan-masukan yang sangat berharga dari semua komponen sekolah. Ada pepatah Lebih baik berdebat di awal, setelah sepakat kita melangkah daripada melangkah, tetapi terus berdebat. Hal yang perlu diingat pula adalah bahwa sebagai pengurus OSIS, mereka tidak melaksanakan ide dirinya sendiri, tetapi melaksanakan ide, gagasan, usulan warga sekolah secara keseluruhan.
Beberapa alasan dari pengusung acara bahwa gelaran yang meriah ini bisa melambungkan nama sekolah sehingga Smada semakin dikenal di khalayak luas patut diapresiasi. Misalnya turnamen futsal antarsekolah SMA se-Kedu, turnamen voli antar-SMP se-Kota/Kabupaten Magelang, jelas telah mengangkat pamor Smada dan menjadikan sekolah ini dikenal oleh publik secara luas. Harapannya mereka, yang masih duduk di bangku SMP, kelak akan mendaftarkan diri masuk ke SMAN 2.
Namun, pada kenyataannya logika tersebut tidak sepenuhnya benar. Hasil survei dari Dinas Pendidikan Kota Magelang tahun 2016 dan 2017 ternyata menunjukkan bahwa peminatan ke sekolah jenjang yang lebih tinggi lebih merujuk pada peringkat sekolah. Ini artinya, para lulusan SMP ketika memilih sekolah baru di jenjang berikutnya, tidak didasarkan pada alasan mereka mengenal sekolah itu, tetapi pada peringkat sekolah itu. Jujur saja apakah para pemenang lomba turnamen voli antar-SMP se-Kota/Kabupaten Magelang, yang juga jawara nilai ujian nasional (UN), menempatkan pilihan pertamanya di SMAN 2 Magelang? Ternyata, mereka menempatkan pilihan pertamanya bukan di sekolah ini, yang notabene sudah berdarah-darah mempromosikan diri kepada mereka. Itulah keadaan sebenarnya yang patut membuat diri kita merenung dan mengambil perbaikan ke depan.
Tentang konser Galical yang merupakan puncak ultah Smada, ini paling ramai menimbulkan polemik di kalangan publik Smada. Pihak OSIS sebagai pengusung acara berdalih bahwa acara ini … .
bERSAMBUNG ... bla bla bla … … … .

KISI-KISI US 2022

      Bijak Menyikapi Kisi-Kisi                                                             (oleh Sartono Jaya)           A lhamdulill...