Kamis, 28 Mei 2015

NILAI UKK 2015

NILAI ULANGAN KENAIKAN KELAS
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
KELAS : X IPA 2
No Nama Siswa NILAI JUMLAH NILAI
PG URAIAN
1 AHMAD KHOIRUDIN NUR F. 42 18 8.57
2 ANISA EKA DAMAYANTI PUTRI 29 15 6.29
3 ANKY ALFADILLA SAPUTRI 42 19 8.71
4 BAGAS ZANUARSYA 42 20 8.86
5 CATUR WULANDARI 42 18 8.57
6 CHRISTIAN LILO AUDRY   40 18 8.29
7 DAMARIO ADITAMA NAVYLIO   33 17 7.14
8 DIKA PRATIWI 43 19 8.86
9 FATIMAH DEWI 35 17 7.43
10 INDAH WAHYUNINGSIH 39 19 8.29
11 LIDWINA ARTMEITA AYU K. 35 20 7.86
12 LILO LIORENZA 35 18 7.57
13 MEGA DHETA SURI   28 17 6.43
14 MELCHIOR RAKA DAKSATTAMA    41 17 8.29
15 NOER AYDA LARASATIE 40 19 8.43
16 NURUL DIAH RAHMAWATI 42 20 8.86
17 RATRI TUNJUNGSARI 36 18 7.71
18 REKZY FARRAS NAUFAL DEWANTO 34 19 7.57
19 RISMA FAUZIA 37 17 7.71
20 RIYADHO SANTIKO ADI 43 19 8.86
21 SAFIKA KURNIA FARASTUTI 41 17 8.29
22 SUCI GIART ROCHAYATI 35 18 7.57
23 TIARA AGUSTHA 38 18 8.00
24 WIESNU STYAMAHENDRA 40 18 8.29
25 WIRA PRADIPTA 33 17 7.14
26 ZULFA MAHENDRA 41 18 8.43

NILAI UKK 2015

NILAI ULANGAN KENAIKAN KELAS
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
KELAS : X IPA 1
No Nama Siswa NILAI JUMLAH NILAI
PG URAIAN
1 ACHMALANA MAULANA RINALDY 45 19 9.14
2 ADI SETYA WIBOWO 38 19 8.14
3 AFTIKHA NAYLA A'LANIA RAKHMA 41 18 8.43
4 AILIN NUHAAYA 44 19 9.00
5 ANASTASYA ALBA M. 41 18 8.43
6 ARVIAN NAFIS ARZAN 44 19 9.00
7 BAYU SAPTO AJI 36 18 7.71
8 DEDEN PERMANA 36 18 7.71
9 DINI ASSYIFA' SHAFURA 39 17 8.00
10 DYAH PRADNYA NARENSWARI 44 18 8.86
11 FARAH AZIZAH AZHARY 43 18 8.71
12 HAFIDHA RAMADHANI IRMA S. 43 20 9.00
13 HANINDITA ALIFA NISA 38 17 7.86
14 HARRIS KRISNA AGENG 36 18 7.71
15 IRVAN SAFI'I 40 18 8.29
16 LAELATUS SYARIFAH 34 18 7.43
17 LEVI SABRINA P 41 20 8.71
18 MUHAMAD YUSUF  36 19 7.86
19 MUHAMMAD AGUNG PRAWI S. 38 19 8.14
20 MUHAMMAD IQBAL 42 19 8.71
21 NONICA HIDAYATI 44 19 9.00
22 ODI SADHIMA 29 17 6.57
23 RAKANITYA NALENDRA K. 41 19 8.57
24 RIKA FADILA 40 19 8.43
25 SAARAH ARIIQA RAHMAWATI N. 35 18 7.57
26 SHOFIA NISA'UL LATIFAH 39 19 8.29
27 STEFANI FKH 35 18 7.57
28 UKE ALAWIYAH 33 18 7.29
29 YULIANA DWY SAFITRI 43 19 8.86

Rabu, 20 Mei 2015

MENGINDRA SEBUAH OBOR



Semangat Pagi, Bro!

Semoga Gusti Allah, Tuhan yang Mahakuasa, selalu melimpahkan keselamatan dan keberkahan pada kita semua. Amin. Hidup adalah sebuah siklus yang selalu berulang. Pagi datang, belajar, ngrasani guru yang galak, mengerjakan ulangan, tugas, menghitung bunyi bel, dan pulang. Demikian selalu berulang.
Ulangan apa pun namanya, ya sebenarnya sebuah aktivitas mengULANG. Dengan begitu, hal itu tidak perlu ditakuti seperti memedi atau gendruwo. Sebaliknya, kita justru harus merinduinya. Ya, anggap saja seperti bertemu dengan si Ahmed. Ngangeni! Bagaimana tidak ngangeni? Terus terang, lelaki ini penuh pesona; tulisannya rapi, kelakukan dan omongannya pas. Santun, gitu lho! Atau bertemu Dija Munarifa, si lincah enerjik yang punya semboyan: hidup harus berMANFAAT. Intinya: kita tidak perlu TAKUT dengan ulangan. Sikapi dan hadapi dengan biasa.
Kembali ke masalah ulangan. Berikut ini akan saya berikan rambu-rambu sebagai panduan agar para siswa tidak kesasar atau salah jalan. Ya, mungkin ini bisa dikatakan sebagai semacam kompas, bukan merupakan bocoran. Sebab, pembocoran merupakan perbuatan ilegal. Harapan saya setelah suluh ini saya ekspos, siswa segera mengantisipasinya dengan cerdas. Segera berbenah, memperbanyak taklim, mengumpulkan segala kedigdayaan untuk menghadapi ulangan itu. Oleh karena itu, sebenarnya aneh setelah kabar ini disebar, pada saat hari H, banyak siswa yang berbuat tidak senonoh. Tengak kanan kiri, mencari bantuan jawaban. Sungguh seperti ENTUNG!
Dengan berbagai fasilitas yang ada sekarang ini, silakan para siswa bertukar pikiran mengenai berbagai materi yang belum atau kurang dipahami. Saya sangat senang jika banyak siswa yang bertanya. Tentu saja tentang berbagai hal yang bergayutan dengan pelajaran, bukan masalah perdukunan, perjodohan, atau masalah akik yang lagi boming. OK, sembari mengingatkan tugas-tugas Anda yang belum lunas, tolong DILUNASI, Selamat mencermati menu berikut ini.
Teks laporan hasil observasi. Yang harus Anda penthelengi dari materi ini adalah: (1) sruktur teks, (2) karakteristik teks, (3) ide/topik paragraf teks, (4) konjungsi intrakalimat, antarkalimat, (5) konjungsi koordinatif, konjungsi subordinatif, (6) kata baku, tidak baku, (7) kalimat simpleks, kalimat kompleks, (8) kelas kata: nomina, verba, adjektiva, adverbia, numeralia, (9) nomina penjenis, nomina pendeskripsi, (10) verba material, verba tingkah laku, (11) sinonim, antonim.
Berikutnya adalah teks eksposisi. Antisipasi yang perlu siswa lakukan dalam hal ini antara lain: (1) struktur teks, (2) konjungsi antarparagraf, (3) pronomina persona, (4) kalimat simpleks, kompleks.
Anekdot. Di sini, siswa mesti mewaspadai: (1) struktur teks, (2) karakteristik teks, (3) sudut pandang penceritaan, (4) unsur intrinsik teks anekdot, (5) amanat teks, (6) konjungsi temporal.
Materi selanjutnya yakni teks prosedur kompleks. Jurus yang harus Anda siapkan adalah: (1) struktur teks, (2) karakteristik teks (pronomina, deklaratif, imperatif, interogatif), (3) konjungsi menyatakan hubungan syarat, akibat, tujuan, (4) verba tingkah laku, verba material, (5) kata acuan (ini, itu).
Paling pungkas adalah materi teks negosiasi. Di materi ini silakan Anda mengaji lagi tentang (1) struktur teksnya, (2) kaidah/karakteristik teks (kalimat persetujuan/penolakan, kalimat santun).
Sebelum pamit, saya wanti-wanti juga supaya Anda mengulang atau membaca-baca lagi tentang menulis judul teks (karangan) berdasarkan tema yang disediakan. Selain itu, siapkan pula menulis paragraf, misalnya deskripsi atau eksposis. Tak kalah pentingnya Anda perlu, bahkan wajib baca pantun. Itu lho puisi lama yang jumlah barisnya 4, bersajak akhir ab, ab, dengan jumlah suku kata 8 – 12 suku kata.
Akhirnya,
Beli telur di rumah Mas Ferdi
Dapat korting dan hadiah buku
Kalau Anda ingin terhindar remidi
Jangan malas trus membaca buku

Cari permata di Gunung Tidar
Mendapat batu pancawarna
Kalau siswa rajin belajar
Nilai baik tak akan ke mana



Selasa, 12 Mei 2015

TUGAS NONICA X IPA1



Magelang, 12 Mei 2015
Hal        : Penawaran

Yth. Ibu Hj. Nonica Hadija Munawaroh
Jalan Mangun Sarkoro 26
Semarang

Assalamualaikum wr. wb.,
Dengan surat ini saya mengajak  Saudara untuk bekerja sama. Saya mempunyai usaha produksi kain batik tulis khas Magelang yang berkualitas  dengan harga super murah.

Saya sangat berharap Saudara tertarik dan mengajukan penawaran. Saya akan memberikan potongan harga yang menarik apabila Saudara membeli lebih dari tiga ratus potong.

Demikian surat penawaran saya. Saya berharap kita dapat segera merealisasikan kerja sama ini.
Wassalamualaikum wr. wb.


Hormat saya,

Haji Abu Mansyur Al-Hallaj


Tugas untuk Nonica X IPA 1 à Buatlah jawaban surat penawaran ini. Tugas Anda bisa Anda kerjakan di komentar atau di blog Anda! (SMS kalau Anda sudah selesai mengerjakan!).

Minggu, 03 Mei 2015



MEMAKNAI PERINGATAN  HARI KARTINI
(Oleh Sartono Jaya)
Sabtu, 2 Mei 2015, keluarga besar SMAN 2 Magelang melaksanakan upacara hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas. Ada yang berbeda pada upacara kali ini. Hampir semua peserta mengenakan busana daerah. “Ya, ada nuansa warna-warni kali ini karena kami sekaligus memperingati hari Kartini, “kata beberapa siswa.
Rasanya pas sekali memperingati hari Kartini pada momen Hardiknas ini. Sebab, Kartini selain dikenal sebagai pejuang kesetaraan gender, ia sejatinya juga merupakan tokoh pendidikan. Dari pemikiran-pemikiran beliaulah kemudian lahir embrio-embrio pengajaran perempuan di Jawa dan meluas ke Nusantara.

Fenomena Kartinian
Fenomena yang muncul kini adalah tiap tanggal 21 April selalu kita peringati sebagai hari Kartini. Di berbagai lapisan masyarakat, terutama di sekolah-sekolah nuansa itu begitu terasa. Bahkan, kini acara itu telah mulai merambah ke berbagai kantor, terutama kantor pemerintah. Hari Kartini selalu diperingati dengan simbol-simbol kewanitaan, seperti parade baju daerah, lomba memasak, lomba busana, lomba merias. Hari Kartini identik dengan pakaian daerah. Jadinya,  peringatan hari Kartini hanya terbatas pada seremoni, tanpa menyentuh aspek hakiki tentang makna emansipasi wanita.
Peringatan hari Kartini yang sepertinya akan turun-temurun seperti sekarang ini, tentu boleh-boleh saja. Tidak ada yang melarang. Bagi saya memperingati hari Kartini tidak harus demikian. Ada yang jauh lebih penting dari itu, yakni mengejawantahkan pikiran-pikiran Kartini. Kartini adalah pemikir revolusioner. Visinya jauh ke depan. Jadi, bagi saya Kartini jauh dari primordial. Hal itu dapat dibaca pada tulisan-tulisan Kartini, terutama setelah beliau berguru kepada Kyai Sholeh Darat dari Semarang.  Rupanya, Kartini terkesan dengan kata-kata Minazh-Zhulumaati ilan Nuur yang berarti “dari gelap kepada cahaya”. Dalam banyak suratnya sebelum wafat, Kartini banyak sekali mengulang-ulang kalimat "Dari Gelap kepada Cahaya” yang kemudian oleh E.E. Abendanon, sahabatnya di Belanda, dikumpulkan menjadi Door Duisternis Tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang).

Sebuah Renungan
Oleh karena itu, patut kita merenung: mana yang lebih penting memperingati hari Kartini dengan berpakaian kedaerahan atau membangun sebuah pemikiran lain untuk mengimplementasikan gagasan-gagasan Kartini dalam kehidupan nyata. Misalnya, meratakan akses pendidikan bagi kaum wanita, meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi kaum wanita, memperbaiki akses dalam pemerolehan pekerjaan. Hal tersebut jauh lebih penting daripada sekadar seremonial.
Kita baru saja terhentak dengan kasus kematian Selvina Amelia Agustina, mahasiswi asal Lampung. Dia harus meregang nyawa pascamelahirkan di kosnya tanpa ditemani oleh seorang pun. Juga kasus tewasnya Deudeuh Tata Chubby di kamar kosnya, di Jakarta, yang dilakukan oleh lelaki pengguna jasanya. Semua itu mewartakan bahwa kita masih menempatkan perempuan sebagai subordinat, sebagai objek yang diperlakukan semena-mena.
Oleh karena itu, mari kita memperingati hari Kartini dengan tindakan nyata. Kita muliakan, kita beri ruang yang layak dan bermartabat bagi perempuan. Dengan demikian, adalah keliru besar memperingati Kartini hanya sebatas seremoni berbusana. Lebih-lebih akhwat-akhwat yang sudah berhijab rela menanggalkan hijabnya. Insa Allah, Kartini suka perempuan yang berhijab, yang tetap berpegang teguh pada akidahnya.




KISI-KISI US 2022

      Bijak Menyikapi Kisi-Kisi                                                             (oleh Sartono Jaya)           A lhamdulill...